Jelang PON, Airlangga Minta Target Vaksinasi di Papua Dikejar

Jelang PON, Airlangga Minta Target Vaksinasi di Papua Dikejar Kredit Foto: Instagram/Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau fasilitas isolasi terpusat (isoter) terapung di kapal motor Tidar di Pelabuhan Jayapura, Papua, Sabtu, 4 September 2021. KM Tidar mampu memuat sampai 929 tempat tidur bagi pasien COVID-19, tapi yang disiapkan cuma 800 tempat tidur.

Dalam kunjungannya, Airlangga menyempatkan berdialog dengan para tenaga kesehatan dan pasien. Saat ini, tersisa 17 pasien yang menjalani isolasi di dalam kapal itu, sementara ada 29 orang tenaga kesehatan terdiri dari 6 dokter, 12 perawat, 1 ahli gizi, 2 apoteker, 4 relawan, dan 4 petugas analisis. 

“Kepada nakes (tenaga kesehatan) dan ABK, kami ucapkan terima kasih. Kita ucapkan juga selamat bertugas. Semoga kasus lekas turun, jadi semuanya bisa beraktivitas normal kembali. Tapi kalian masih akan bertugas sampai PON selesai ya,” kata Airlangga. Baca Juga: Hadapi Pemilu 2024, Airlangga Hartarto Desak Kader Golkar Tempur Total

Menurut dia, isoter terapung adalah salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam penanganan pasien COVID-19. Inisiasi pemerintah ini terwujud atas kerja sama PT Pelni, Kementerian Perhubungan, dan pemerintah daerah. untuk menekan kasus aktif dan penyebaran COVID-19.

Ia menjelaskan isoter terapung telah disiapkan pemerintah sebanyak lima kapal yang ditempatkan di lima pelabuhan berbeda, yaitu Pelabuhan Bitung, Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Sorong, dan Pelabuhan Jayapura.

Setelah meninjau tempat isoter terapung, Airlangga meninjau juga lokasi pelaksanaan vaksinasi di Pelabuhan Jayapura. Sebab, kata Airlangga, target vaksinasi harus dikejar apalagi akan dilaksanakan Pekan Olah Raga Nasional (PON) pada 2-15 Oktober 2021. Baca Juga: Anies Baswedan Klaim Capaian Vaksinasi di Jakarta Sudah 118 Persen

Menurut dia, target vaksinasi yang dikejar di Jayapura, Mimika, dan Merauke, karena proses vaksinasinya antara 70-100 persen yang dosis 1 (sebelum PON dimulai), dan dosis 2 menyesuaikan.

“Untuk penonton PON terbatas dan hanya yang sudah divaksin [yang boleh menonton]. Jadi ini harus didorong kepada masyarakat untuk siap divaksin,” ujarnya.

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini