Rugi Bandar! Investasi di Carrefour Jadi Investasi Paling Rugi Bagi Orang Terkaya Dunia

Rugi Bandar! Investasi di Carrefour Jadi Investasi Paling Rugi Bagi Orang Terkaya Dunia Kredit Foto: Forbes

Miliarder barang mewah asal Prancis, Bernard Arnault yang juga orang terkaya ketiga di dunia telah menjual sisa sahamnya di jaringan supermarket Prancis, Carrefour. Arnault telah sepenuhnya keluar dari perusahaan itu setelah empat belas tahun berinvestasi pada tahun 2007.

Perusahaan induk Arnault, Financière Agache, menjual 5,5% sahamnya di Carrefour sekitar USD19 per saham dengan total sekitar USD850 juta (Rp12,12 triliun) sebelum pajak.

Dilansir dari Forbes di Jakarta, Jumat (3/9/21) investasi ini terbukti tidak menguntungkan. Pada bulan Maret 2007, perusahaan induk Agache Groupe Arnault membeli 9,8% saham dalam kemitraan dengan perusahaan investasi Colony Capital dan Axon Capital dengan harga sekitar USD4,3 dan USD5 miliar saat itu.

Baca Juga: Ditinggal Orang Terkaya Prancis, Saham Carrefour Langsung Rontok Berkeping-keping!

Para mitra telah keluar dari kesepakatan pada Januari 2017, meninggalkan Arnault dengan 8,7% saham yang saat itu bernilai sekitar USD1,6 miliar. Arnault sering memperoleh saham tambahan di Carrefour selama bertahun-tahun dengan memilih untuk menerima dividen perusahaan dalam bentuk saham bukan tunai.

Saham Carrefour turun hampir 60% antara Maret 2007 dan Januari 2017. Kini, saham Carrefour telah turun lebih lanjut 26% sejak saat itu karena pengecer berputar melalui beberapa CEO di tengah persaingan yang lebih besar di pasar inti Prancis.

Pada 2019, Arnault mengundurkan diri dari dewan Carrefour dan menyerahkan kursi itu kepada putranya, Alexandre. Pada September 2020, Arnault mulai menjual saham Carrefour sejumlah 25 juta saham senilai hampir USD410 juta (Rp5,8 triliun), sehingga kepemilikannya turun menjadi 5,5% dari 8,6%.

Arnault memutuskan keluar dari Carrefour usai pihak ritel tersebut membatalkan potensi penjualan USD20 miliar ke ritel Kanada, Alimentation Couche-Tard yang didirikan oleh Alain Bouchard, Jacques D'Amours dan Richard Fortin.

Penjualan tersebut menandai kerugian investasi bagi Arnault, yang kekayaan bersihnya telah meningkat enam kali lipat sejak 2012. Bahkan, cash-out Carrefour hampir tidak mengurangi kekayaan Arnault yang dilaporkan Forbes mencapai USD184 miliar (Rp2.624 triliun).

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini