Sadis! Xi Jinping Desak Miliarder China Kontribusi Lebih untuk Kemakmuran Rakyat

Sadis! Xi Jinping Desak Miliarder China Kontribusi Lebih untuk Kemakmuran Rakyat Kredit Foto: Reuters/Carlos Garcia Rawlins

Presiden China Xi Jinping telah mengatakan kepada jajaran miliarder di negaranya bahwa mereka diharapkan untuk berbuat lebih banyak untuk “membayar masyarakat” saat ia menetapkan aturan baru untuk orang kaya.

Di bawah program bertajuk "distribusi ketiga", orang kaya baru harus berkontribusi lebih banyak untuk mencapai tujuan kemakmuran bersama secara nasional pada tahun 2035.

Ia pun telah berjanji untuk menyesuaikan pendapatan yang berlebihan dalam peringatan kepada orang-orang super kaya bahwa negara berencana untuk mendistribusikan kembali kekayaan untuk mengatasi kesenjangan yang semakin melebar.

Baca Juga: Taliban Girang saat Sambut China untuk Bangun Kembali Afghanistan

Dikutip dari The Guardian di Jakarta, Jumat (20/8/21) menurut laporan di media pemerintah, Xi Jinping mengatakan kepada para pejabat pada pertemuan komisi urusan keuangan dan ekonomi pusat Partai Komunis China bahwa pemerintah harus mengatur pendapatan yang terlalu tinggi dan mendorong kelompok dan/atau perusahaan berpenghasilan tinggi untuk kembali lebih banyak ke masyarakat.

Tujuan kebijakan itu muncul di tengah desakan besar-besaran oleh Beijing untuk mengendalikan perusahaan swasta terbesar di negara itu dalam industri, mulai dari teknologi hingga pendidikan.

Sebelumnya, Kepala eksekutif Tencent, Pony Ma mengatakan bahwa perusahaan akan membantu masyarakat luas dengan menyebarkan teknologi dan keahlian untuk membantu usaha kecil dan menengah, serta layanan publik. Perusahaan juga akan berkolaborasi secara internal dan terhubung dengan pengguna mereka secara eksternal.

Sejak November lalu, ketika regulator mencegah IPO Ant Group milik Jack Ma, Partai Komunis China telah berusaha untuk menindak hampir semua bos perusahaan miliarder.

Akibatnya, para taipan terkaya di negara itu telah melihat kekayaan mereka menyusut. Kekayaan bersih gabungan dari dua lusin miliarder China di bidang teknologi dan bioteknologi yang kepemilikannya dilacak oleh Bloomberg turun 16% sejak akhir Juni.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini