Genjot Vaksinasi di Pesantren, Menag: Demi Menjaga Kehidupan

Genjot Vaksinasi di Pesantren, Menag: Demi Menjaga Kehidupan Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik program vaksinasi di Pondok Pesantren yang diinisiasi Kantor wilayah Kementerin Agama Jawa Barat. 

Menurut Menag, pesantren merupakan sebuah ekosistem. Selain kiai, ustadz, dan santri, tercakup didalamnya juga masyarakat sekitar pesantren.

Baca Juga: Menag: Vaksinasi Sejalan dengan Spirit Agama untuk Menjaga Kehidupan

"Jika vaksin diberikan ke pesantren, maka secara ekosistem akan terbantu," kata Menag saat memberikan sambutan secara virtual pada kick off program vaksinasi di lingkungan pesantren.

Menag mengatakan, Pemerintah menargetkan vaksinasi 2 juta orang per hari pada Agustus 2021. Tanpa dukungan semua pihak, kata Menag, target ini mustahil dicapai.

"Saya mengajak kiai, santri, pesantren, serta tokoh agama, lembaga keagamaan, dan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama sukseskan vaksinasi," sebut Menag.

Menag juga berharap para tokoh agama ikut memberikan penjelasan ke masyarakat tentang maksud, tujuan, dan pentingnya vaksinasi. 

Sebab, sampai saat ini masih ada sebagian masyarakat yang menolak vaksin dengan berbagai alasan.

"Kita berharap semua mengambil peran menjelaskan. Masyarakat menolak karena mereka mungkin belum memahami. Para tokoh agama diharapkan memberikan pencerahan," harap Menag.

Ia menyampaikan bahwa vaksinasi merupakan penjabaran dari ajaran agama. Setiap umat beragama wajib menjaga keberlangsungan hidup. 

“Menjaga kehidupan merupakan langkah mulia agar bisa selalu mengagungkan asma Allah," sambungnya.

Meski sudah mengikuti vaksinasi, Menag mengingatkan, masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan disiplin 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas).

"Jangan berkerumun di lokasi vaksinasi. Pastika disiplin 5M, gunakan masker dan cuci tangan. Tetap prokes dijaga," pesannya. 

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini