Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Menlu Israel Tuduh Jenderal Iran Jadi Dalang di Balik Serangan Kapal Tanker

Menlu Israel Tuduh Jenderal Iran Jadi Dalang di Balik Serangan Kapal Tanker Kredit Foto: AP Photo/Gali Tibbon
Warta Ekonomi, Tel Aviv -

Kepala Komando UAV Korps Pengawal Revolusi Iran, Saeed Ara Jani dituding berada di balik serangan terhadap kapal Mercer Street yang terkait dengan Israel. Dugaan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid dan Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz dalam sebuah pengarahan dengan diplomat dari negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB pada Rabu (4/8/2021).

"Ara Jani adalah kepala operator sistem UAV Angkatan Udara IRGC, yang menghantam Mercer Street. Dia menyediakan persediaan, pelatihan, rencana, dan bertanggung jawab atas banyak aksi teror di wilayah tersebut," kata Gantz kepada para duta besar.

Baca Juga: Serangan Misterius ke Kapal Israel, Iran: Tuduhan Zionis Ciptakan Teror

Gantz menunjukkan bahwa Iran bertanggung jawab atas puluhan serangan teroris di Timur Tengah dan mengoperasikan proxy di Yaman, Irak, serta negara-negara lain. Dia akan memberikan informasi intelijen rinci kepada negara-negara peserta tentang masalah tersebut.

Lapid menunjukkan bahwa serangan terbaru Iran berada di jalur perdagangan internasional. Fakta tersebut menunjukan bahwa serangan terhadap kebebasan bergerak dan merupakan kejahatan internasional.

"Apa yang akan dilakukan komunitas internasional tentang hal itu? Apakah hukum internasional masih ada? Apakah dunia memiliki kemampuan dan keinginan untuk menegakkannya? Jika jawabannya ya, dunia perlu bertindak sekarang," kata Lapid.

Lapid berpendapat bahwa jika dunia tidak menanggapi insiden terbaru, maka tidak ada istilah komunitas internasional dan tidak akan ada upaya saling membantu.

Iran diduga menyerang sebuah kapal tanker minyak dengan koneksi ke Israel di dekat Oman pada 29 Juli. Peristiwa ini menewaskan dua anggota awak di dalamnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan