ASEAN Tunjuk Menteri Luar Negeri Brunei Jadi Utusan Khusus Myanmar

ASEAN Tunjuk Menteri Luar Negeri Brunei Jadi Utusan Khusus Myanmar Kredit Foto: Antara/Setpres/Muchlis Jr

Para menteri luar negeri dari ASEAN telah menunjuk Menteri Luar Negeri kedua Brunei, Erywan Yusof, sebagai utusan khusus untuk Myanmar, Rabu (4/8/2021). Hasil tersebut diumumkan setelah pertemuan pada Senin (2/8/2021).

Yusof telah ditugaskan untuk mengakhiri kekerasan di Myanmar dan membuka dialog antara penguasa militer dan lawan mereka di negara yang dilanda krisis. Dia juga akan mengawasi paket bantuan kemanusiaan, meskipun tidak ada rincian yang diumumkan.

Baca Juga: Ketidakjelasan Myanmar Bikin ASEAN Dianggap Main-main, 6 Bulan Berlalu Tanpa...

Penunjukan seorang utusan merupakan inti dari upaya tersebut tetapi tertunda selama berbulan-bulan di tengah perpecahan yang mendalam di dalam ASEAN. Komunike anggota ASEAN ini pun menyerukan Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan mulai bekerja pada panduan kebijakan. 

Militer Myanmar menggulingkan pemerintah yang dipilih secara demokratis enam bulan lalu. Peristiwa ini menjerumuskan negara itu ke dalam kekacauan ketika pasukan keamanan menekan protes, menewaskan ratusan orang. Ekonomi telah runtuh dan krisis kemanusiaan memburuk dalam sebulan terakhir ketika infeksi virus korona melonjak, membanjiri sistem kesehatan.

PBB dan banyak negara, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Cina, telah mendesak ASEAN, untuk mempelopori upaya diplomatik untuk memulihkan stabilitas. Desakan terbaru muncul dari Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bertemu secara virtual dengan anggota ASEAN. 

Pertemuan itu sebagai bagian dari serangkaian pertemuan regional yang diikuti minggu ini. Blinke meminta blok tersebut untuk mengambil tindakan bersama untuk mendesak militer mengakhiri kekerasan.

Blinke juga mendesak para menteri untuk mendorong Myanmar membebaskan semua orang yang ditahan secara tidak adil. Dia meminta memulihkan jalan negara menuju demokrasi. 

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini