Peran Keluarga dalam Membentuk Karakter dan Kepribadian Anak

Peran Keluarga dalam Membentuk Karakter dan Kepribadian Anak Kredit Foto: Ferry Hidayat

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA) sukses menyelenggaran rangkaian Festival Keluarga bertajuk “Nanti Kita Cerita Tentang Perempuan dan Anak”. Festival tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional dan Momentum Ratifikasi Konvensi CEDAW yang jatuh pada 23 dan 24 Juli 2021 lalu.

Mengundang berbagai narasumber ternama seperti Sakdiyah Ma’ruf, Najeela Shihab dan Kak Seto, Festival yang terdiri dari 9 rangkaian kegiatan ini dihadiri ribuan orang dari seluruh pelosok Indonesia. Rangkaian acara Festival Keluarga Responsif Gender dan Responsif Hak Anak bertajuk Nanti Kita Cerita Tentang Perempuan dan Anak (NKCTPA) diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada tanggal 21 hingga 30 Juli 2021.

Dalam serial webinar yang diselenggarakan selama tiga hari, tercatat dihadiri oleh lebih dari 2700 peserta dengan berbagai latar belakang yang memiliki ketertarikan pada isu keluarga, perempuan, dan anak. Rangkaian kegiatan ini dikemas dalam tiga serial webinar, empat serial live instagram, dan dua seri podcast.   

Indra Gunawan selaku PLT Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat menitikberatkan bahwa, peran keluarga sangat penting bagi pembentukan karakter dan kepribadian seorang anak, hal tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara, yang utama adalah dengan memerhatikan proses pengasuhan dan internalisasi nilai di dalam keluarga inti dan masyarakat sekitar. Dikatakan, KemenPPPA akan membantu menyelesaikan masalah yang ada dengan merumuskan kebijakan dan koordinasi, sinkronisasi pelaksanaan kebijakan terkait isu perempuan dan anak kebijakan dapat dilaksanakan dengan baik jika adanya kolaborasi dari berbagai pihak.

Dalam Webinar Anak, Ciciek Farha, Pemerhati Anak dan Pengelola Komunitas Tanoker Ledokombo, mengajak peserta webinar untuk menerapkan pengasuhan gotong royong, yaitu pola pengasuhan yang diajarkan olehnya di Ledokombo dengan mengajarkan mindset “anakku anakmu anak kita semua, cucuku cucumu cucu kita semua”. 

“Hal ini dikarenakan keterlibatan Ciciek di wilayah dimana kebanyakan penduduknya adalah pekerja migran, sehingga pengasuhan anak menjadi tanggung jawab bersama warga sekitar,” jelas Indra. 

Senada dengan Ciciek, Kak Seto dalam serial podcast KemenPPPA menegaskan, terdapat lima klaster hak yang jarang diketahui oleh sebagian besar masyarakat dan khususnya orang tua. Adapun lima klaster hak yang dimaksudkan, yaitu hak sipil dan kebebasan; lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif; kesehatan dasar dan kesejahteraan; pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya; dan perlindungan khusus.

Sedangkan dalam rangkaian webinar perempuan, Sakdiyah Ma’ruf (BBC 100 Women 2018) bercerita bahwa kunci utama dari kesetaraan gender di dalam keluarga adalah saling membantu. Banyak masyarakat umum yang dirasa kurang berani dalam menyuarakan pendapatnya yang benar dan dirasakan oleh sebagian besar orang. Sebaliknya, justru banyak tokoh publik yang memiliki banyak pengikut justru tidak mampu memanfaatkan power tersebut untuk bersuara. Dengan demikian, dalam hal ini perlu adanya kolaborasi antar keduanya.

Kegiatan ini menjadi momentum bagi KemenPPPA untuk mendorong dukungan terhadap pemenuhan hak anak, perlindungan anak, dan penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan, serta memberikan informasi yang komprehensif tentang perlindungan anak serta pemberdayaan perempuan di level keluarga.

Berita Terkait

Video Pilihan

HerStory

Terpopuler

Terkini

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Unknown: Failed to write session data (user). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/var/lib/php/sessions)

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: