Haru Biru Perjuangan Ayah Hermanto Tanoko, Kini Jadikan Anaknya Konglomerat Sukses!

Haru Biru Perjuangan Ayah Hermanto Tanoko, Kini Jadikan Anaknya Konglomerat Sukses! Kredit Foto: Instagram/htanoko

Alhasil, keuntungan Soetikno pun semakin banyak lalu pada tahun 1964, ia sudah bisa membeli rumah. Istrinya pun membuka toko kelontong sehingga memberikan contoh kerja keras kepada anak-anaknya, termasuk Hermanto Tanoko.

Hermanto diajarkan berbisnis sejak usia 5 tahun. Kala itu, setiap perayaan Imlek Hermanto akan diarahkan oleh orang tuanya untuk membelanjakan angpau yang ia dapat untuk membeli beberapa barang yang harganya akan naik, mulai dari terigu, biskuit, telur dan sebagainya. Sejak saat itulah, Hermanto mulai akrab dengan investasi. 

Sejak usia 8 tahun, Hermanto sudah diajak dan dikenalkan orang tuanya tentang bisnis. Diberitahu produk apa saja yang bagus, yang mahal, presentase keuntungannya berapa, dan lain sebagainya.

Hingga pada tahun 1970an, keluarganya berhasil pindah rumah seluas 1.000 meter persegi. Di samping rumah itu, ada apotek yang hendak dijual. Lalu ayahnya menawarkan apotek itu kepada Hermanto, dan Hermanto mengiyakan untuk mengelola.

Setiap hari sepulang sekolah, Hermanto sudah bekerja sampai malam. Lalu, pukul 4 sampai 5 pagi ia belajar dan mengerjakan tugas sekolahnya. 

Saat ia berusia 14 tahun, ia diberi tantangan oleh orang tuanya untuk mengelola apotek. Setelah apotek tersebut dibeli, setiap pulang sekolah Hermanto menjaga apotek tersebut sampai malam. Sayangnya, apotek itu sangat sepi karena banyak obat yang kosong. Padahal, ia memiliki 15 karyawan dan hanya satu resep yang datang per hari.

Selanjutnya
Halaman

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini