The Power of Nasi Box: Partai Lawas Ramai-Ramai Dilibas PSI

The Power of Nasi Box: Partai Lawas Ramai-Ramai Dilibas PSI Kredit Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak jumawa kembali moncer di survei politik menjelang Pemilu 2024. Partai yang saat ini dipimpin Giring Ganesha itu menjadi salah satu partai baru yang naik elektabilitasnya, dibanding partai lama di tengah pandemi Covid-19. 

“Sangat bersyukur. Ini menandakan kerja keras kami sejak Pemilu 2019 membuahkan hasil,” ujar Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI, Dea Tunggaesti, kemarin. 

Dia menceritakan, jauh sebelum pandemi Covid-19, tepatnya satu hari setelah pengumuman hasil Pemilu 2019, PSI langsung turun menyapa dan membantu rakyat. Tidak menunggu sampai masa kampanye Pemilu 2024. 

Begitu pandemi Covid-19 melanda tanah air, dosen hukum di Universitas Pancasila ini memastikan, seluruh kader dan pengurus PSI turun gunung membantu rakyat. Di antaranya, ketika Mei-Juli 2021, Dea mengklaim partainya telah membagikan 100 ribu nasi kotak. 

Pembagian nasi kotak ini adalah program #RiceBoxPSI yang konsisten hingga sekarang, berupa makanan gratis kepada pejuang isolasi mandiri (isoman) yang terdampak pandemi Covid-19 hingga pulih. Konon, program ini terus meluas hingga 100 kabupaten atau kota seluruh Indonesia. “Target kami adalah membagikan 1 juta porsi,” semangatnya. 

Kakak dari dokter Reisa Broto Asmoro ini mengatakan, seluruh kader partai sedang dalam semangat juang tinggi membantu rakyat, karena programnya ini diperhatikan simpatisan PSI. Berdasarkan data, jumlah donasi untuk program ini mencapai lebih dari Rp1 miliar pada Juli. 

 

Hal senada disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PSI, Satia Chandra Wiguna. Menurutnya, moncernya suara PSI dan menurunnya sejumlah partai lawas karena masyarakat semakin cerdas menilai dan merasakan peran parpol saat rakyat membutuhkan. 

“Alhamdulilah, rakyat sudah bisa melihat mana partai yang sungguh-sungguh bekerja dan hadir untuk rakyat. PSI walaupun sedikit tapi kita hadir membantu meringankan beban rakyat,” ujar Chandra, kemarin. 

Sebelumnya, lembaga survei Suara Milenial Institute merilis surveI terbaru tentang elektabilitas partai politik di masa pandemi Covid-19. Hasilnya, terjadi penurunan elektabilitas partai-partai lama dibandingkan partai baru. 

Direktur Eksekutif Suara Milenial Institute, Muhammad Aderman merincikan, PDIP sekalipun masih di posisi puncak namun menurun menjadi 17,5 persen. Disusul Partai Gerindra 10,5 persen, di urutan ketiga ada Partai Demokrat 6,9 persen. Di posisi keempat, ada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan raihan 5,6 persen, dan Golkar 5,2 persen. 

Muhammad menjelaskan, menurunya elektabilitas partai lawas ini karena publik merasa belum merasakan sentuhan parpol selama pandemi. Sementara sejumlah partai baru justru meraih elektabilitas yang mumpuni. Misalnya, PSI mampu konsisten dengan raihan 3,2 persen di peringkat kedelapan, Partai Perindo di posisi ke-9 dengan 2,8 persen, dan Partai Gelora Indonesia di posisi ke-12 dengan 1,5 persen.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Berita Terkait

Video Pilihan

HerStory

Terpopuler

Terkini