Pentingnya Literasi dan Inklusi Keuangan untuk Pegawai

Pentingnya Literasi dan Inklusi Keuangan untuk Pegawai Kredit Foto: Freepik/Jonan111

Tingkat literasi keuangan dan inklusi keuangan dari seorang pegawai rupanya memengaruhi tingkat produktivitas dari pegawai.

Cobysot Avego Putro Country Manager Gigacover membeberkan sejumlah fakta bahwa ada 60 juta lebih orang di Indonesia yang belum mendapatkan akses ke produk finansial yang baik. Rupanya, hal ini memberikan dampak kepada waktu yang dimiliki oleh pegawai dan memengaruhi produktivitasnya.

Baca Juga: OJK Buka Peluang untuk Perpanjang Restrukturisasi Kredit

"Waktu yang hilang karena stres urusan finansial sampai 24%," kata Avego dalam webinar, Kamis (29/7/2021).

Belum lagi, ternyata masalah keuangan dapat membuat seorang pegawai stres hingga memutuskan untuk cuti. "Bahkan, 20% pegawai meminta cuti untuk mengatasi permasalahan finansial," lanjutnya.

Riffa Sancati CEO of The Lens Story juga membenarkan hal yang sama bahwa inklusi dan literasi keuangan berpengaruh pada produktivitas pegawai. Menurutnya, ada beberapa manfaat yang diperoleh pegawai dengan memiliki kedua hal tersebut.

"Memberikan peace of mind, meningkatkan kesejahteraan pekerja, dan meningkatkan produktivitas," ujarnya.

Ada beberapa langkah dari perusahaan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini menurut Riffa.

"Menanamkan pentingnya literasi keuangan pada pekerja, membudayakan kedisiplinan finansial, memberikan perlindungan kesehatan yang memadai, dan memberikan alternatif pinjaman yang lebih bersahabat," ujarnya.

Berita Terkait

Video Pilihan

HerStory

Terpopuler

Terkini