Amerika Terpaksa Kembali Turun Tangan saat Serangan Taliban Menjadi-jadi

Amerika Terpaksa Kembali Turun Tangan saat Serangan Taliban Menjadi-jadi Kredit Foto: US Army Photo/Carrie David Campbell

Amerika Serikat (AS) akan terus melancarkan serangan udara untuk mendukung pasukan Afghanistan dalam menghadapi serangan dari Taliban. Setelah pasukan AS menarik diri dari Afghanistan, Taliban telah meningkatkan serangannya dalam beberapa pekan terakhir, dan merebut distrik pedesaan serta ibu kota provinsi sekitarnya.

"Amerika Serikat telah meningkatkan serangan udara untuk mendukung pasukan Afghanistan selama beberapa hari terakhir, dan kami siap untuk melanjutkan dukungan ini dalam beberapa minggu mendatang jika Taliban melanjutkan serangan mereka," ujar Komandan Komando Pusat AS Kenneth McKenzie.

Baca Juga: Jenderal Pentagon Tegas Minta Militer Afghanistan Mampu Tahan Taliban, Soalnya Amerika...

McKenzie menolak mengatakan apakah pasukan AS akan melanjutkan serangan udara setelah misi militer mereka berakhir pada 31 Agustus. Namun, dia mengatakan kemenangan Taliban tidak bisa dihindari dan solusi politik tetap menjadi kemungkinan.

"Pemerintah Afghanistan menghadapi ujian berat di hari-hari mendatang, Taliban berusaha menciptakan perasaan tak terhindarkan tentang kampanye mereka," kata McKenzie.

McKenzie mengatakan, kemungkinan akan ada peningkatan kekerasan oleh Taliban pekan ini. Dia  mengatakan Taliban akan fokus melakukan serangan pada pusat-pusat perkotaan.

"Mereka akan fokus dengan daerah perkotaan, jika mereka ingin mencoba dan merebut kembali kekuasaan. Saya tidak berpikir itu adalah kesimpulan yang pasti bahwa mereka akan dapat merebut daerah perkotaan ini," kata McKenzie.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin pada Sabtu mengatakan, tugas pertama pasukan keamanan Afghanistan adalah memastikan mereka dapat memperlambat momentum Taliban sebelum mencoba untuk merebut wilayah.

Seorang pejabat AS mengatakan, militer Afghanistan merombak strategi perangnya melawan Taliban. Mereka memusatkan pasukan di sekitar daerah paling kritis seperti Kabul dan kota-kota lain, termasuk penyeberangan perbatasan dan infrastruktur vital. 

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

Video Pilihan

HerStory

Terpopuler

Terkini

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Unknown: Failed to write session data (user). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/var/lib/php/sessions)

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: