Pasukan Amerika Mau Pakai Strategi yang Belum Pernah Dilakukan untuk Serang Taliban

Pasukan Amerika Mau Pakai Strategi yang Belum Pernah Dilakukan untuk Serang Taliban Kredit Foto: US Army Photo/Carrie David Campbell

Militer Amerika Serikat (AS) melakukan dua serangan terhadap Taliban untuk mendukung pasukan Afghanistan di provinsi Kandahar pada Selasa (22/7/2021).  Bantuan serangan ini dilakukan jelang tahap akhir penarikan pasukan AS.

"Saya dapat mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir, kami telah bertindak melalui serangan udara untuk mendukung ANDSF (pasukan Afghanistan), tetapi saya tidak akan membahas rincian teknis serangan itu," kata juru bicara Pentagon John Kirby merujuk pada Pasukan Pertahanan dan Keamanan Nasional Afghanistan.

Baca Juga: Afghanistan Masih Jadi Masalah, Erdogan: Dengan Turki, Perundingan Akan Nyaman

Menurut seorang pejabat pertahanan, militer AS telah melakukan sekitar enam atau tujuh serangan dalam 30 hari terakhir. Sebagian besar menggunakan drone untuk meluncurkan serangan.

Meski memberikan bantuan, pejabat pejawat menyatakan, sebelumnya, AS melancarkan serangan untuk mendukung pasukan Afghanistan lebih sering.

Sebanyak tiga dari empat serangan terakhir menargetkan peralatan yang disita. Peralatan tersebut termasuk milik AS yang ditransfer ke ANDSF kemudian disita oleh Taliban saat bergerak maju ke seluruh negeri.

Perkembangan terakhir ini merupakan indikasi keberhasilan yang dimiliki Taliban saat menyapu seluruh negeri. Hal ini mendorong kembali militer Afghanistan dan mengambil alih petak-petak wilayah yang signifikan saat AS mendekati akhir penarikannya.

Komando Pusat AS, yang bertanggung jawab atas Afghanistan, baru-baru ini mengatakan bahwa penarikan pasukan AS sudah lebih dari 95 persen selesai. Presiden Joe Biden mengatakan penarikan akan selesai pada akhir Agustus.

Sekitar 650 tentara akan tetap berada di negara itu untuk mengamankan kehadiran diplomatik AS di Afghanistan, termasuk kedutaan. Pasukan AS pun akan membantu mengamankan bandara internasional Kabul, yang merupakan fasilitas yang diperlukan untuk pergerakan diplomat. 

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

Video Pilihan

HerStory

Terpopuler

Terkini