Hei Amerika, Sudah Tahu? Pengamat Bilang Banyak Negara Antre Pesan Sukhoi Checkmate Rusia

Hei Amerika, Sudah Tahu? Pengamat Bilang Banyak Negara Antre Pesan Sukhoi Checkmate Rusia Kredit Foto: AFP/Alexander Zemlianichenko

Rusia merilis pesawat tempur mereka yang baru Sukhoi Su-75 atau yang dinamakan Checkmate. Pada 13 Juli lalu pabrik pesawat tempur itu, Rostec, merilis video berbahasa Inggris dan foto Checkmate yang ditutup terpal dengan tulisan 'ingin melihat saya telanjang?'.

Pada Jumat (22/7/2021), media Rusia Sputnik melaporkan trik tersebut cukup sukses menarik perhatian. Checkmate segera memicu perhatian pengguna media sosial. Mereka menduga-duga fitur-fitur teknis Checkmate.

Baca Juga: Siap Geser F-35 Amerika, Putin Dikejutkan dengan Jet Tempur Siluman Sukhoi Baru

"Jika ini (pesawat) mesin tunggal Rusia, maka ini urusan yang besar, mendapatkan pesawat tempur yang sudah dimodernisasi dengan memanfaatkan pelajaran dari Su-57 dan sejumlah avionik lain, tampaknya sangat penting bagi industri jet tempur ekspor mereka," kata pengamat militer asal Amerika, Tyler Rogoway, di Twitter.  

Para pengamat Amerika Serikat (AS) menilai sejumlah negara akan segera mengantre mendapatkan Checkmate. Sebab pesawat tempur tersebut dapat menjadi alternatif yang lebih murah ketimbang F-35s dari Lockheed Martin.

"Faktanya memanfaatkan teknologi Su-57 salah satu batu pijakan bagi Checkmate," tulis media teknologi dan kendaran The Drive pada 20 Juli lalu.

"Tidak hanya menjanjikan ongkos pengembangan yang lebih murah. Menggabungkan pendekatan rancangan terbuka atau open-architecture membuat konsumen dapat memilih sendiri, misalnya sensor mana yang mereka butuhkan terutama dalam iterasi ILS khusus," tambah media AS tersebut.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

Video Pilihan

HerStory

Terpopuler

Terkini