Pembuat Vaksin Sputnik V Ajak Uji Coba Vaksin Campuran, Eh yang Berminat Ada?

Pembuat Vaksin Sputnik V Ajak Uji Coba Vaksin Campuran, Eh yang Berminat Ada? Kredit Foto: AFP/Getty Image/Fethi Belaid

Institut Gamaleya di Rusia mencoba memelopori pendekatan vaksin campuran untuk mengatasi infeksi virus corona jenis baru (Covid-19). Mereka mendesak sejumlah produsen untuk ikut serta dalam uji coba "mix and match" vaksin mereka dengan produk vaksin Sputnik V.

Sebelumnya, Sputnik V telah bergabung dalam uji coba dengan AstraZeneca pada Februari untuk vaksin campuran. Namun, pada Mei, Kementerian Kesehatan Rusia menolak untuk menyetujui uji klinis karena kurangnya dokumen dan informasi yang diperlukan untuk memverifikasi kemanjuran dan keamanan vaksin gabungan.

Baca Juga: Maukah Rezim Kim Jong-un Terima Tawaran Sputnik V Rusia untuk yang Kesekian Kali?

Kala itu, vaksin AstraZeneca dan Sputnik V melibatkan dua dosis suntikan. Sputnik V berharap akan ada lebih banyak kolaborasi sejenis yang bisa memberi dampak lebih besar untuk kekebalan manusia di seluruh dunia.

"Kami meminta produsen vaksin lain untuk bergabung dengan kami untuk uji coba "mix and match". Ini adalah cara meraih kekebalan bagi komunitas global,” ujar Institut Gamaleya dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Times Now News, Senin (19/7/2021).

Sementara itu, Russian Direct Investment Fund (RDIF) juga berencana untuk merilis hasil vaksin campuran Sputnik V dan AstraZeneca pada akhir bulan ini. Dalam konferensi pers, CEO RDIF, Kirill Dmitriev, mengatakan kemanjuran tinggi diharapkan dari uji coba yang telah dilakukan.

Dmitriev mengatakan bahwa Institut Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya terbuka untuk mencampur vaksinnya dengan Covishield di India untuk menguak kemungkinan keberhasilan. Ia menyebut bahwa Covishield adalah vaksin yang sama dengan AstraZeneca.

"Jadi kami percaya bahwa uji coba akan menunjukkan kemanjuran yang tinggi. Kami berharap Serum Institute of India (SII) bisa memproduksi Sputnik V dan "mix and match" juga. Ini akan menjadi kemitraan sejati,” jelas Dmitriev.

Batch pertama vaksin Sputnik diharapkan dapat diproduksi di fasilitas SII mulai September. Kedua pihak berencana untuk memproduksi lebih dari 300 juta dosis vaksin di India per tahun.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

Video Pilihan

HerStory

Terpopuler

Terkini