Pak Jokowi, Karyawan Garuda Teriak Minta Tolong Nih

Pak Jokowi, Karyawan Garuda Teriak Minta Tolong Nih Kredit Foto: Antara/Ampelsa

Teriakan minta tolong mulai disuarakan Serikat Bersama Garuda Bersatu (Sekber). Sekber meminta Presiden Jokowi menolong Garuda yang dianggap sudah sekarat. 

Akademisi politik Philipus Ngorang akhirnya memberikan pendapatnya. Surat dari Serikat Bersama Garuda Bersatu (Sekber) ikut direspons.

Dalam surat tertanggal 12 Juli 2021 itu, Sekber mengatakan bahwa kondisi flag carrier Garuda Indonesia berada di ambang kebangkrutan.

Menurut Ngorang, memang ada kesalahan manajemen di dalam tubuh beberapa BUMN sejak dulu. Baca Juga: Merinding Parah! Kerugian Garuda Indonesia Bengkak 6.000% dalam Setahun!

“Pengelolaan BUMN kerap kali tak professional dan tampaknya BUMN tak berusaha untuk menghimpun keuntungan,” ujarnya kepada GenPI.co, Minggu (18/7/2021).

Ngorang mengatakan bahwa setiap perusahaan tentu memiliki tujuan untuk menghimpun keuntungan.

“Keuntungan itu seharusnya bisa dijadikan semacam bumper jika perusahaan tersebut mengalami kesusahan seperti saat ini,” katanya.

Lebih lanjut, pengajar di Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie itu memaparkan bahwa semua perusahaan saat ini, terutama yang bergerak di bidang transportasi, memang sedang mengalami kesulitan. Baca Juga: Garuda Indonesia Ibarat Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula, Bursa Tegas: Ada Masalah!

“Mobilitas masyarakat sekarang ini berkurang, jadi perusahaan transportasi tak memiliki penumpang, sehingga kesulitan dalam menjalankan operasionalnya,” paparnya.

Ngorang menilai bahwa BUMN yang dijalankan tanpa berusaha menghimpun keuntungan adalah langkah yang salah.

Hal itu makin diperparah dengan kepemilikan saham lebih dari setengahnya oleh negara.

“Mindset BUMN ini jadi semena-mena dalam mengelola perusahaannya, karena merasa yang mereka kelola itu uang negara,” ungkapnya.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini