Bantu Transformasi ke Bank Digital, Metrodata Gandeng Perusahaan Teknologi Kelas Dunia

Bantu  Transformasi ke Bank Digital, Metrodata Gandeng Perusahaan Teknologi Kelas Dunia Kredit Foto: BCA Digital

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) melalui anak usahanya yang fokus di bidang Bisnis Solusi & Konsultasi PT Mitra Integrasi Informatika (MII) siap menjadi mitra bagi industri perbankan di Indonesia dalam menyiapkan infrastruktur dan platform aplikasi super (super app) dalam rangka percepatan transformasi digital menuju bank digital.

Melalui kerangka super app yang saat ini sudah banyak digunakan para startup (perusahaan rintisan), diharapkan perbankan di Indonesia juga dapat memenuhi semua kebutuhan nasabahnya dan memenangkan pasar melalui teknologi.

Dengan meningkatnya persaingan serta adanya disrupsi digital di sektor perbankan, maka Bank perlu mencari cara baru untuk menyediakan pengalaman terbaik untuk mempertahankan hubungan dan loyalitas dengan nasabah, yaitu dengan menghadirkan super app untuk menjadi digital banking, yang dapat diakses melalui smartphone (Android dan iOS) maupun browser.

Baca Juga: Ssst..! Ini Lho Bocoran Aturan Bank Digital, Ikuti Cara Inggris

"Saat ini baik nasabah maupun korporasi sudah banyak yang melakukan pembayaran atau transaksi menggunakan teknologi internet banking atau mobile banking. Dengan berkembangnya zaman dan teknologi terkini, muncul aplikasi super atau super app dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pengguna dan memenangkan pasar. Super app merupakan aplikasi yang menyediakan semua layanan dalam satu platform, tanpa harus berpindah platform saat melakukan transaksi. Sehingga memudahkan pengguna yang menginginkan efisiensi,"kata Alexander Kuntoro, Direktur PT Mitra Integrasi Informatika.

"Berbekal kompetensi dan pengalaman dalam mendukung inisiatif pelanggan dengan mengadopsi pendekatan cloud native application, MII berkomitmen dan siap membantu perusahaan dalam menyediakan infrastructure software serta membangun microservices dengan DevOps untuk masing-masing layanan dan channel payment. Single portal untuk berbagai layanan dengan konsep one stop shopping,"imbuh Alexander.

Dengan membangun super app memungkinkan Bank memiliki peluang untuk menjadi lebih dari sekadar penyedia seluruh layanan jasa keuangan (tabungan, deposito, wealth management (obligasi negara), asuransi, reksadana, kartu kredit, termasuk kartu kredit tambahan, maupun rekening pinjaman) dan juga mendorong pertumbuhan dengan bisnis model ekosistem kemitraan yang dapat dijalin dengan FinTech atau beberapa pelaku usaha dari sektor industri lainnya.

Baca Juga: Tolak Bitcoin, Perusahaan Milik Orang Terkaya di Dunia Investasi ke Bank Digital

Melalui super app, Bank dapat menghadirkan nasabah mulai dari kebutuhan finansial, gaya hidup, market place, travel, pembelian pulsa telepon genggam, pembelian paket data, top up uang elektronik, top up e-wallet, pembayaran berbagai macam tagihan bulanan (listrik, telepon, air, dan lain-lain), pembelian tiket, pemesanan hotel, e-commerce, pembayaran biaya pendidikan, hingga pembelian game voucher, dan bahkan layanan Pemerintah (misalnya BPJS & pajak). Layanan ini akan terus bertambah dan harus adaptif terhadap kebiasaan baru nasabah dalam bertransaksi dengan memanfaatkan pendekatan Artificial Intelligence (AI), untuk menciptakan sentuhan personal dalam akses layanan keuangan yang lengkap.

Dalam mendukung infrastruktur super app, MII berkolaborasi dengan mitra teknologi kelas dunia, seperti Red Hat OpenShift, VMware Tanzu (Pivotal), Software AG, Confluent, Dynatrace, Cloudera, Redis, Atlassian, IBM API Connect, Katalon, dan beberapa mitra teknologi lainnya. Selain itu, MII juga menawarkan implementasi infrastruktur dan platform super app yang berbasis cloud menggunakan Microsoft Azure, Google Cloud Platform (GCP), dan Amazon Web Services (AWS).

"Ke depan, sebagai perusahaan Digital Solution Providerpertama di Indonesia yang menyediakan jasa implementasi infrastructure software super app kami berharap dapat terus mendukung percepatan digital transformation menuju bank digital di Indonesia," ujar Alexander. 

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini