Amerika Dibuat Galau, Mungkinkah Suntikan Dosis Ketiga Vaksin Pfizer Dilaksanakan?

Amerika Dibuat Galau, Mungkinkah Suntikan Dosis Ketiga Vaksin Pfizer Dilaksanakan? Kredit Foto: Unsplash/Mika Baumeister

Pfizer berencana bertemu dengan pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) untuk meminta izin mempertimbangkan vaksin dosis ketiga. Pfizer mengatakan pihaknya dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan Food and Drug Administration (FDA) dan pejabat lainnya pada Senin (12/7/2021) waktu Amerika.

Pertemuan ini direncanakan beberapa hari setelah Pfizer menegaskan suntikan ketiga atau booster (penguat) akan diperlukan dalam waktu 12 bulan.

Baca Juga: Hasil Studi Ini Sebut Vaksin Pfizer Kurang Efektif Cegah Virus Corona Delta, Alasannya...

Mikael Dolsten dari Pfizer mengatakan data awal dari studi booster perusahaan menunjukkan tingkat antibodi orang melonjak lima hingga 10 kali lipat setelah dosis ketiga. Penelitian itu terdeteksi dibandingkan dengan dosis kedua bulan sebelumnya sehingga bukti ini diyakini mendukung perlunya penguat.

Sebelumnya, penasihat medis di bawah naungan Presiden AS, Anthony Fauci, mengakui suntikan dosis ketiga atau booster akan dibutuhkan. Dia mengatakan sangat mungkin dalam beberapa bulan mendatang sebagaimana data berkembang pemerintah dapat mendesak booster berdasarkan faktor-faktor seperti usia dan kondisi medis yang mendasarinya.

"Tentu saja itu sepenuhnya bisa dibayangkan, mungkin mungkin suatu saat, kita akan membutuhkannya," kata Fauci.

Meski tidak mengesampingkan kemungkinan suntikan booster, tapi Fauci menyebut terlalu dini bagi pemerintah untuk merekomendasikan suntikan lain. Dia mengatakan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan FDA melakukan hal benar. CDC menolak pernyataan Pfizer pekan lalu dengan menyebut belum memerlukan booster saat ini.

Menurut Fauci studi klinis dan data laboratorium belum sepenuhnya mendukung perlunya booster untuk vaksin Pfizer dan Moderna dua suntikan saat ini atau rejimen Johnson & Johnson satu suntikan.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini