Percepat Pemulihan Ekonomi, Ketum KADIN Dorong Realisasi PEN Perlu Diakselerasi

Percepat Pemulihan Ekonomi, Ketum KADIN Dorong Realisasi PEN Perlu Diakselerasi Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar

Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terus berlanjut hingga tahun kedua sejak kebijakan tersebut ditetapkan tahun 2020 untuk merespons situasi pandemi. Selain diprioritaskan untuk kesehatan dan jaminan sosial, program PEN turut memberikan dukungan UMKM dan koperasi.

“Dibandingkan tahun sebelumnya, alokasi stimulus PEN 2021 cukup mendukung dan bijaksana terkait perkembangan kondisi saat ini,” kata Ketum KADIN, Arsjad Rasjid dalam diskusi Kajiian Tengah Tahun INDEF 2021: Bola Liar Vaksinasi Ekonomi?, Rabu (7/7/2021).

Baca Juga: Kadin Berikan Bantuan Tabung Oksigen dan Mobil Vaksin Keliling

Karena itu, Arsjad terus mendorong agar realisasi PEN perlu diakselerasi lebih lanjut untuk mendukung pemulihan ekonomi. Berdasarkan data sumber Kementerian Koordinator Perekonomian per 15 Juni 2021, Arsjad menyebut pagu alokasi PEN untuk sektor dukungan UMKM dan koperasi berada di posisi teratas sebesar Rp193, 74 triliun dengan realisasi sebesar Rp41,73 triliun.

Selanjutnya disusul sektor kesehatan dengan pagu alokasi sebesar Rp172,84 triliun dengan realisasi sebesar Rp35,41 triliun; sektor perlindungan sosial pagu alokasi sebesar Rp148,27 triliun dengan realisasi sebesar Rp64,04 triliun; sektor program prioritas pagu alokasi sebesar Rp 27,85 triliun dengan realisasi sebesar Rp37,1 triliun, dan sektor insentif usaha dengan pagu alokasi sebesar Rp 56,73 triliun.

Arsjad menambahkan, angka realisasi yang masih di bawah 50 persen di beberapa sektor tersebut, menurutnya perlu untuk segera didistribusikan secara tepat guna.  Caranya, dengan memanfaatkan peluang ekonomi baru, terutama di sektor-sektor potensial yang tumbuh melesat setelah pemulihan ekonomi. Di antaranya dengan mendorong peningkatan daya saing melalui digital.

“Dengan begitu akan membangun dan memperkuat kapabilitas ekonomi dengan peningkatan SDM, produktivitas bisnis, dan kualitas kelembagaan sektor publik,” katanya.

Berita Terkait

Video Pilihan

HerStory

Terpopuler

Terkini