Disebut Mental Pengemis, Anies Baswedan Dicibir: 'Dasar Gubernur Tak Bisa Kerja!'

Disebut Mental Pengemis, Anies Baswedan Dicibir: 'Dasar Gubernur Tak Bisa Kerja!' Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Ferdinand Hutahaean menyindir Anies Baswedan. Belanja perangkat lunak atau software teknologi informasi (TI) di tengah pandemi Covid-19 dikritisi.

Sikap kiritis itu muncul bukan tanpa sebab. Harga software Rp224,2 miliar menjadi pemicunya.

Baca Juga: Langkah Anies Dijegal BuzzeRp, Katanya Mas Anies Dijelek-jelekin untuk Hambat Maju Pilpres 2024

"Belanja software Rp224,2 miliar di tengah pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa tidak ada prioritas dan transparansi dalam penganggaran," jelas August, anggota Fraksi PSI DKI, Sabtu (3/7).

August mengungkapkan, anggaran tersebut masih dalam perencanaan milik Unit Pengelola Jakarta Smart City (JSC). Pasalnya, anggaran tersebut akan digunakan untuk pengembangan dan pengelolaan ekosistem.

Mantan Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahean juga berkomentar mengenai hal tersebut. Keputusan yang diambil Anies diangga sangat kurang tepat.

"Gubernur mental pengemis untuk kebutuhan rakyat," cuit Ferdinand di akun Twitter-nya, Sabtu (3/7).

Menurut Ferdinand, hal yang dilakukan Anies adalah suatu kebutuhan yang membuang-buang anggaran untuk keperluan tak penting. "Tapi untuk sesuatu yang tak penting, dia buang-buang anggaran," jelas Ferdinand.

Pria berdarah Batak tersebut menilai bahwa dari keputusan tersebut, Anies tidak bisa bekerja. "Dasar Gubernur tak bisa kerja!" tutupnya.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Berita Terkait

Video Pilihan

HerStory

Terpopuler

Terkini