Diserbu Produk Baja Impor, Pemerintah Harus Lindungi Industri Baja Dalam Negeri

Diserbu Produk Baja Impor, Pemerintah Harus Lindungi Industri Baja Dalam Negeri Kredit Foto: Krakatau Steel

Pemerintah dinilai wajib mengambil sejumlah kebijakan dan tindakan guna melindungi industri baja nasional di tengah makin membanjirnya produk baja impor di pasar domestik. Upaya perlindungan tersebut tak bisa dielakkan lagi karena bila kondisi saat ini terus berlanjut maka dikhawatirkan dapat membuat industri baja dalam negeri terancam merugi dan bahkan pailit. “Jadi harus ada pengecekan di lapangan praktiknya seperti apa. Misal ternyata terbukti ada praktik-praktik yang unfairness, maka pemerintah perlu segera ambil tindakan. Ada banyak opsi kebijakan seperti anti dumping, trade remedies, safe guards, dan sebagainya yang bisa diterapkan,” ujar Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, Selasa (29/6).

Tak hanya berbagai opsi kebijakan di atas, menurut Bhima, pemerintah juga bisa menerapkan kebijakan tarif dan non-tarif untuk menjaga aktivitas impor baja tetap dalam naungan azas keadilan. Misalnya saja dengan menerapkan bea masuk atau juga memperketat kewajiban sertifikasi bagi perusahaan-perusahaan importir. Upaya perlindungan tersebut dinilai Bhima sangat penting untuk dilakukan sebagai wujud konkret dukungan Pemerintah terhadap keberlanjutan industri baja nasional. Terlebih pada dasarnya ada cukup banyak produsen baja nasional yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk berkembang lebih maksimal. “Jadi, jangan sampai potensi-potensi besar ini justru hilang semangat dan lalu menyerah. Bahkan, banting setir jadi importir saja yang lebih bisa menguntungkan, ketimbang tetap jadi produsen yang justru malah berpotensi merugi dan pailit,” tutur Bhima.

Sebagaimana diketahui, pandemi COVID19 sebelumnya sempat membuat kinerja impor baja secara nasional menurun sekitar 40 persen. Namun seiring berjalannya program vaksinasi dan aktivitas ekonomi yang kembali menggeliat, kinerja impor baja kembali tumbuh cukup signifikan. Pada triwulan I/2021, misalnya, volume impor baja secara nasional tercatat mencapai 1,3 juta ton. Secara nilai transaksi, volume tersebut setara dengan US$1 Miliar. Catatan tersebut terhitung meningkat sebesar 19 persen dibanding periode tiga bulan sebelumnya, di mana pada triwulan IV/2020 volume impor baja secara nasional tercatat sebanyak 1,1 juta ton, atau setara dengan US$764 juta.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini