Soal Kritik BEM UI, Eks Jubir PSI Malah Bawa-Bawa Urusan KPK

Soal Kritik BEM UI, Eks Jubir PSI Malah Bawa-Bawa Urusan KPK Kredit Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha

Mantan Jubir Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi menyoroti kritik BEM UI kepada Presiden Jokowi terkait pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut dia, lembaga antirasuah juga harus diawasi sesuai dengan UU KPK yang baru.

"Saya memegang jargon demokrasi, power trends to corrupt, absolut power absolutely corrupt. Jadi, saya mendukung UU KPK, tetapi tidak bulat," ucap Dedek, belum lama ini.

Baca Juga: Orang PSI di DPRD DKI Soroti Konsultan Dana PMD Rp5,9 T

Uki, sapaan akrabnya menilai setiap institusi negara harus diawasi akuntabilitasnya, termasuk KPK. Akan tetapi, dia menyoroti poin yang tidak sesuai yaitu dibutuhkan izin Dewas KPK untuk penyadapan.

Sebab, bila memerlukan izin terkait penyadapan, Dewas KPK juga termasuk ke dalam sistem pelaksanaan.

"Sedangkan pengawas itu harusnya berada di luar sistem pelaksanaan. Kalau tidak begitu, Dewas KPK harus ikut diawasi bukan mengawasi," jelasnya.

Sementara itu, Uki menanggapi istilah lips service dari BEM UI kepada Jokowi. Menurutnya, anggapan tersebut perlu didengarkan lebih lanjut untuk diperdebatkan di ruang publik.

"Terkait istilah lip service, itulah bahasa anak muda. Saya tertarik untuk mendengarkan argumentasi mereka, tanpa ditekan," tegasnya.

Baca Juga: Eks Jubir PSI Bongkar Anies Baswedan terkait Uang Rakyat Rp983 M: Punya Nyali Tanggung Jawab?

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Berita Terkait

Video Pilihan

HerStory

Terpopuler

Terkini