Surge Kembangkan Layanan Asuransi, Bidik UMKM

Surge Kembangkan Layanan Asuransi, Bidik UMKM Kredit Foto: Ist

PT Solusi Sinergi Digital Tbk. atau Surge kini tengah fokus mengembangkan layanan asuransi mikro melalui Asuransi Kita, marketplace asuransi yang mengkurasi beragam produk asuransi dengan manfaat terlengkap yang disesuaikan dengan kebutuhan perlindungan pengguna.

Pengembangan layanan membidik penetrasi asuransi yang masih rendah di kalangan masyarakat menengah, berpenghasilan rendah serta pelaku UMKM yang sekaligus menjadi pasar potensial untuk dijajaki lebih lanjut.

Baca Juga: Dijamin Murah, Sequis Jual Asuransi Penyakit Kritis Secara Online

Sejak diperkenalkan setahun yang lalu, tepatnya April tahun 2020 Asuransi Kita telah memiliki pengguna aktif hingga lebih dari 80.000 yang sebagian besar terdiri dari pegawai swasta, komunitas hobi, profesional. Asuransi Kita menghadirkan tujuh perlindungan bagi pengguna, mulai dari perlindungan kecelakaan, kesehatan, jiwa, perjalanan, kendaraan, olahraga dan rumah. 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per 31 Agustus 2020, penetrasi asuransi di Indonesia masih terbilang rendah yakni di kisaran angka 2,92 persen. Dari hasil pengamatan Asuransi Kita, penetrasi layanan asuransi masih belum menyentuh semua lapisan masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan rendah dan juga pelaku UMKM.

Kurangnya edukasi mengenai manfaat perlindungan asuransi serta platform asuransi digital yang bisa digunakan dengan mudah dan terjangkau masih menjadi hambatan utama. 

“Asuransi Kita kami hadirkan sebagai solusi perlindungan terkurasi yang disesuaikan dengan kebutuhan perlindungan masyarakat dengan berbagai kemudahan. Pertama, platformnya sangat mudah digunakan karena telah terintegrasi dengan semua layanan aplikasi dan periklanan dalam ekosistem Surge yang memiliki potensi untuk menjangkau populasi audience lebih dari 100 juta orang per hari. Kedua, biaya premi sangat terjangkau mulai dari Rp5.000 dengan berbagai pilihan perlindungan sekaligus yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Ketiga, fleksibilitas pemilihan rentang waktu perlindungan bagi pengguna mulai dari harian, "jelas CEO Surge Hermansjah Haryono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/6/2021).

Pengguna dapat dengan mudah mengakses layanan asuransi melalui halaman website Asuransi Kita. Selain itu, akses lainnya juga bisa ditemukan melalui jaringan ekosistem Surge lainnya yang termasuk pada penggunaan wifi gratis yang disediakan oleh perseroan, aplikasi Linipoin serta seluruh aplikasi yang dikembangkan oleh perseroan melalui fitur PPOB (Payment Point Online Bank) yang akan dihadirkan dalam waktu dekat.

Menurut Hermansjah, edukasi asuransi melalui layanan asuransi mikro dan kemudahan akses dalam digitalisasi platform akan menyentuh target pasar secara langsung dan lebih tepat sasaran. Apalagi di tengah masa adaptasi baru seperti saat ini dimana geliat bisnis sudah mulai kembali bangkit, asuransi mikro memiliki potensi cukup besar untuk berkembang. Selain itu, pentingnya akses asuransi sebagai perlindungan diri sendiri maupun orang terdekat selama pandemi ini sejalan dengan misi perseroan untuk menghadirkan solusi digital untuk kebutuhan harian (daily needs) masyarakat. 

Tercatat pada awal tahun 2021, Asuransi Kita telah mengeluarkan lebih dari 100.000 polis yang menyasar lebih dari 80.000 orang. Berbagai produk asuransi di Asuransi Kita telah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Asuransi Kita memiliki beberapa mitra asuransi di antaranya Sompo Insurance, Cigna, Sequis Life, AXA, Sinarmas Insurtech dan beberapa mitra lainnya.

“Selain jiwa dan kesehatan, bidang perlindungan perjalanan di masa ini memiliki potensi besar kaitannya untuk mendukung protokol clean, health, safety and environment (CHSE). Perlindungan perjalanan akan melindungi masyarakat dari risiko tidak terduga seperti sakit dan kecelakaan. Dengan integrasi platform yang dapat diakses di banyak aplikasi dalam jaringan ekosistem, Surge menyasar pengguna harian transportasi kereta api yang pada masa adaptasi kebiasan baru ini kurang lebih mencapai lebih dari 400.000 penumpang per hari hingga pelaku usaha UMKM yang merupakan pedagang pasar di bawah naungan Pasar Jaya dan Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas), serta para mitra warung rekanan ribuan gudang KUD di sepanjang Jawa,” jelas Hermansjah. 

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini