Gibran Wajar Naik Pitam, Tapi Keputusannya Ngawur

Gibran Wajar Naik Pitam, Tapi Keputusannya Ngawur Kredit Foto: GenPI

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming dikabarkan murka aksi vandalisme sejumlah makam umat Kristen di Kompleks Pemakaman Cemoro Kembar, Solo.

Diketahui, pelaku pengrusakan itu adalah sejumlah anak-anak peserta di dari sebuah lembaga.

Baca Juga: Gibran Nggak Main-main Soal Ini, Langsung Minta Diproses Hukum

Gibran mengungkapkan ingin pengasuh dan murid-murid lembaga itu  diberikan pembinaan. 

Selain itu, dirinya menginginkan agar sekolah yang diduga muridnya melakukan perusakan makam untuk ditutup.

Pernyataan Putra sulung Presiden Jokowi itu pun dikomentari oleh Pengamat politik Zaki Mubarak.

Dia menilai Gibran memiliki tujuan yang baik, sayangnya keputusan tersebut ngawur.

"Selidiki dulu masalahnya secara mendalam. Apakah itu sekadar kenakalan remaja, atau sekolah yang mengajarkan intoleransi dan kekerasan kepada siswa," ujar Zaki kepada GenPI.co, Selasa (22/6).

Akademisi dari Universtas Islam Negeri itu menyarankan Gibran untuk memberikan peringatan tegas saja alih-alih ditutup

"Sekolah yg diduga mengajarkan intoleransi perlu dibimbing dan dibina sehingga sadar, jangan langsung dimatikan," tuturnya.

Sebagai wali kota, lanjut Zaki, dirinya tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan hal tersebut. 

Dia menyarankan, Gibran bisa menanamkan wawasan kebangsaan dan perilaku yang humanis terhadap sekolah intoleran.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini