Baliho Puan Maharani Bertebaran, Tidak Gila Media, Tetapi Pengalaman Mumpuni

Baliho Puan Maharani Bertebaran, Tidak Gila Media, Tetapi Pengalaman Mumpuni Kredit Foto: Instagram/Puan Maharani

Baliho bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani dengan sejumlah pesan politik mulai marak muncul di sejumlah daerah.

Kelompok sukarelawan pun mulai subur mendukung Mbak Puan. Fenomena itu disebut oleh pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Andri Arianto sebagai dorongan dari masyarakat agar Puan ikut maju dalam kontestasi pergantian kepemimpinan nasional pada 2024.

”Saya melihat, di banyak daerah muncul kelompok sukarelawan yang mendukung Puan Maharani. Ada juga baliho-balihonya. Artinya, ada dorongan dari bawah agar Puan ikut maju dalam kontestasi pergantian kepemimpinan nasional pada 2024, meski sebenarnya Puan sendiri secara pribadi belum menyatakan akan mencalonkan diri,” ujar Andri, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Baliho Puan Maharani Makin Gencar: Siap Tarung Pilpres dan Jadi Angin Segar!

Dari kacamata Andri, Puan Maharani bisa dibilang mempunyai pengalaman yang cukup memadai. Dia pernah menjadi anggota DPR RI, menteri, hingga ketua DPR RI. Itu menjadi modal yang cukup signifikan untuk terlibat dalam kepemimpinan nasional.

Menurut Andri, sebagai ketua DPR RI Puan ikut mengawal program-program Presiden Jokowi yang bisa dibilang cukup memuaskan publik selama kepemimpinannya. Demikian pula saat menjadi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada 2014-2019, Puan mengeksekusi banyak program Presiden Jokowi sesuai bidang tugas di kementerian.

Yang perlu diberi catatan, kata Andri, Puan memang relatif tidak eksplosif di media, baik itu media mainstream maupun media sosial. Padahal, sebagai politisi, Puan seharusnya ”gila media”, termasuk media sosial.

”Saya tidak tahu apakah memang Mbak Puan tipe orang yang bekerja tanpa ingin banyak gimmick di media atau bagaimana, tetapi semestinya komunikasi publik itu diperlukan karena bagaimana pun ini medan politik di mana politisi butuh popularitas,” kata Andri.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di JPNN Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini