Dinkes DKI Laporkan Tren Kasus Positif Covid-19 Naik Signifikan, Penyebabnya...

Dinkes DKI Laporkan Tren Kasus Positif Covid-19 Naik Signifikan, Penyebabnya... Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyatakan, tren kasus positif Covid-19 di Ibu Kota naik signifikan selama beberapa hari terakhir dengan tambahan 4.737 kasus pada Jumat (18/6/2021). Sehingga, secara total mencapai 463.552.

"Tentu ini menjadi perhatian bersama bagaimana penanganan komprehensif dari hulu sampai hilir," kata Widyastuti di Jakarta.

Baca Juga: Mantap! Di Tangan Anies, Vaksinasi Covid-19 DKI Tembus Target 100 Ribu Orang per Hari

Sedangkan, data jumlah kasus aktif, yakni orang yang masih dirawat/isolasi di Jakarta bertambah sebanyak 2.173 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai Jumat ini sebanyak 24.511. Sementara itu, dibandingkan penambahan kasus positif Covid-19 pada Kamis (17/6) mencapai 4.144 kasus dan kasus aktif (dirawat/isolasi) mencapai 2.027 kasus.

Menurut dia, penyiapan yang dilakukan bukan hanya menyiapkan tempat tidur untuk rawat inap atau isolasi pasien Covid-19 namun upaya edukasi dan pengawasan kepada masyarakat terus dilakukan.

"Mengingatkan warga untuk menjaga protokol kesehatan baik dan benar. Kemudian kami mengintervensi percepatan vaksinasi kepada masyarakat," katanya.

Tak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta juga sedang menggenjot pelaksanaan vaksinasi massal untuk mengendalikan pandemi Covid-19. Pemprov DKI Jakarta meminta masyarakat mengikuti dan menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Bersama TNI dan Polri, Pemprov DKI Jakarta juga menggencarkan operasi yustisi, salah satunya melakukan penertiban seluruh kegiatan harus tutup pukul 21.00 WIB.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, saat ini kondisi pandemi virus corona makin mengkhawatirkan tiap harinya. Anies pun mengingatkan seluruh komponen masyarakst untuk bersiaga menegakkan protokol kesehatan.

"Karena itu kita semua harus bekerja ekstra keras untuk memastikan bahwa seluruh komponen masyarakat mentaati pemakaian masker, mentaati jumlah orang di dalam ruangan, dan mentaati untuk menjaga jarak. Tugas dari kita semua adalah mengkampanyekan, mengingatkan dan mendisiplinkan," ujarnya.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini