Ribuan Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Disiapkan BNPB, Tapi di Luar Wisma Atlet Ya

Ribuan Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Disiapkan BNPB, Tapi di Luar Wisma Atlet Ya Kredit Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah kapasitas pelayanan isolasi bagi pasien Covid-19 sebanyak 8.000 tempat tidur. Penamahan itu melalui pemanfaatan rumah susun hingga fasilitas di kawasan wisata.

"Semua fasilitas yang sudah disediakan secara bertahap akan kita gunakan kalau nanti Wisma Atlet sudah penuh. Total fasilitas mencapai 8.000 tempat tidur," kata Plt Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Dody Ruswandi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Baca Juga: RSDC Wisma Atlet Siap Hadapi Kelonjakan Kasus Pasca-Lebaran

Dody mengatakan, upaya mempercepat ketersediaan tempat isolasi pasien Covid-19 menyusul makin tingginya tingkat penularan terutama di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Untuk itu, pemerintah berupaya menambah ribuan tempat tidur pasien isolasi yang kini sedang dipersiapkan di lima lokasi di Jakarta.

Lokasi tersebut adalah Rumah Susun Pasar Rumput Manggarai di Jakarta Selatan, Asrama Haji Pondok Gede di Jakarta Timur, Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta Timur, Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan, dan Rumah Susun Pasar Jumat di Jakarta Selatan. 

Rumah Susun Pasar Rumput Manggarai, Jakarta Selatan yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di atas tanah milik Pemda DKI Jakarta. Di tempat ini, hampir 4.000 tempat tidur dengan fasilitas standar sudah tersedia.

Di Asrama Haji Jakarta Timur yang biasa digunakan sebagai transit para jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci, kata Dody, setidaknya 780 tempat tidur sudah siap dipakai untuk pasien.

Lokasi isolasi lainnya berada di Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah. Di sini, 33 kamar dengan 100 tempat tidur sudah disiapkan. Bahkan, saat ini 29 pasien tanpa gejala tengah menjalani perawatan dan rencananya terus bertambah hari ini menjadi 40 orang.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini