Ekonomi Kembali Terancam Akibat Covid-19, Pakar: Pemerintah Harus Fokus Bantu Kelas Bawah

Ekonomi Kembali Terancam Akibat Covid-19, Pakar: Pemerintah Harus Fokus Bantu Kelas Bawah Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

Pemulihan ekonomi Indonesia kembali terancam akibat kelonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di beberapa daerah akhir-akhir ini. Perwakilan CORE Indonesia, Muhammad Faisal, mengatakan bahwa ada kemungkinan pertumbuhan ekonomi akan kembali negatif jika situasi saat ini terus berlanjut.

Ditambah lagi, jika pemerintah kembali menerapkan kebijakan pembatasan sosial, hal tersebut akan memengaruhi perekonomian golongan kelas menengah ke bawah.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Melonjak Drastis, Ekonomi Nasional Kembali Terancam

"Ketika mobilitas diperketat, golongan menengah ke bawah yang bergantung pada mobilitas orang di sektor informal itu pasti kena," tukasnya dalam diskusi virtual Narasi Institute, Jumat (18/6/2021).

Oleh sebab itu, Faisal menilai, pemerintah harus menyusun program kebijakan yang memprioritaskan keselamatan masyarakat kelas menengah ke bawah, misalnya dengan bansos darurat atau stimulus kepada UMKM.

"Program-program inti yang menyelamatkan kondisi saudara-saudara kita di kelas menengah ke bawah yang harus diutamakan. Bansos darurat harus kita pertahankan bahkan tingkatkan untuk menghadapi situasi yang tidak diinginkan," lanjutnya.

Kemudian, dia juga memandang ada kebijakan stimulus yang harus dievaluasi, seperti kebijakan PPnBM yang mengutamakan perusahaan besar. Menurutnya, kebijakan tersebut hanya berlaku untuk jangka pendek, bukan jangka panjang.

"Sebenarnya, otomotif itu kontraksi kerjanya sudah dari sebelum pandemi. Naiknya otomotif itu sampai 100 persen, tapi bulan-bulan berikutnya sudah melambat. Jadi, itu relatif short-term," terangnya.

Pandangan tersebut turut diamini oleh ekonom senior Fadhil Hasan. "Betul, butuh pertimbangan lagi untuk merealokasi anggaran ke depannya dengan program bantuan sosial itu dipercepat dan diperluas lagi, terutama anggaran kesehatan seperti tracing dan vaksinasi," tutur Fadhil.

Fadhil menyampaikan, jika pemerintah bisa mempertimbangkan dan menerapkan kebijakan tersebut dengan serius, Indonesia bisa selamat dari situasi pandemi dan krisis ekonomi yang berkelanjutan.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini