Bikin Geger Soal Kartu Kredit Pertamina Rp30 M, Ahok Dapat Pujian dan Cacian

Bikin Geger Soal Kartu Kredit Pertamina Rp30 M, Ahok Dapat Pujian dan Cacian Kredit Foto: Instagram/Basuki Tjahaja Purnama

Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bikin geger lagi. Dia ngomongin fasilitas kartu kredit yang didapatnya dari Pertamina. Menurut Komisaris Utama Pertamina itu, dirinya mendapatkan fasilitas kartu kredit dengan nilai Rp30 miliar.

Menurut Ahok, tidak hanya dirinya saja yang dapat fasilitas itu, tapi seluruh komisaris dan jajaran direksi Pertamina. Dia menilai, fasilitas itu berlebihan. Dia pun mengusulkan agar fasilitas itu dicabut untuk efisiensi anggaran.

Baca Juga: Tanpa Pandang Bulu, Kelakuan Ahok Dibongkar Habis-habisan, Rizal Ramli: Dia Nggak Cocok Jadi Bos

Gara-gara omongan Ahok, dalam beberapa hari terakhir, fasilitas kartu kredit direksi dan komisaris Pertamina jadi bahan omongan. Baik di dunia nyata maupun maya.

Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga ikut angkat bicara. Dia mengaku sudah ngecek beberapa BUMN. Memang ada fasilitas kartu kredit, tapi untuk keperluan perusahaan, bukan untuk pribadi.

“Pemakaian kartu kredit itu untuk keperluan perusahaan, supaya tidak memakai uang tunai dan lebih dapat dikontrol dan transparan. Itu dari hasil pantauan kami di beberapa perusahaan BUMN,” ungkap Arya.

Soal pernyataan Ahok yang mendapat fasilitas kartu kredit korporat dengan limit hingga Rp 30 miliar, Arya membantahnya. Karena limit yang diberikan antara Rp 50-100 juta, dan itu untuk kepentingan perusahaan. Termasuk Pertamina, tidak ada direksi maupun komisaris yang mendapat limit kartu kredit hingga Rp 30 miliar.

Meski begitu, Arya mendukung langkah Ahok melakukan efisiensi di Pertamina. Begitu juga di perusahaan pelat merah lainnya.

Bagaimana sikap Pertamina? Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Senin (14/6) lalu, Direksi Pertamina menyetujui penarikan kartu kredit tersebut. Hal tersebut tertuang dalam surat No. 204/H00000/2021-S4 tanggal 15 Juni 2021 yang ditandatangani Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini.

Anggota Komisi VI DPR, Nasril Bahar mengapresiasi Ahok. Sebagai komisaris, dia melakukan fungsi pengawasan yang baik. Apalagi, saat ini kondisinya masih pandemi, sehingga langkah efisiensi yang perlu dikedepankan.

Warganet terbelah menanggapi langkah Ahok. “Wow Pak Ahok luar biasa. Tidak sembarangan orang yang bisa menolak limit kartu kredit sebanyak itu,” cuit @Warnilis1. “Lone ranger,” puji @heintji_han. “Alhamdulillah, pejabat masih ada yang amanah,” samber @NanasJus.

Akun @syahrial_nst mengatakan, seharusnya Ahok bisa menyelesaikannya di internal. Apalagi dia, menjabat Komisaris Utama. Bukannya malah mengumbar urusan rumah tangga Pertamina keluar.

“Kalau mau ribut tuh yang bermutu, bukan berpolitik. Karena miskin pres_tasi terus cari modus untuk menutupi kelemahan dan hal-hal besar,” kritik kader Partai Demokrat itu.

Akun @didil04 mempertanyakan kenapa baru sekarang dibongkar. “Kan menjabatnya udah dari 2019, jadi gimana tuh? Kemana aja selama ini? Dinikmati dulu kah?” sindirnya. 

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini