PLN Resmikan FABA Information Centre

PLN Resmikan FABA Information Centre Kredit Foto: Mochamad Rizky Fauzan

PLN, melalui anak usaha Indonesia Power, meresmikan Indonesia Power Fly Ash And Bottom Ash (FABA) Information Centre. Hal ini merupakan wujud komitmen PLN dalam pemanfaatan FABA secara  masif serta mendorong penghasil FABA lain untuk ikut memproduksi turunan FABA sebagai upaya 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) FABA.

Acara yang diselenggarakan secara hybrid ini dihadiri secara langsung oleh Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia-Muhammad Mardiono, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Ditjen Gatrik Kementerian ESDM-Wanhar, Asisten Deputi Pengembangan Industri Deputi V Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian-Atong Soekirman, Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia PLN-Syofvi Felienty Roekman, dan Direktur Utama Indonesia Power, Ahsin Sidqi. Hadir juga secara daring perwakilan dari Asosiasi Lingkungan Ketenagalistrikan Indonesia Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia serta akademisi dari Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Sepuluh November.

Baca Juga: PLN Angkat 3 Direksi Baru

"Bapak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, sangat konsen dan selalu mendengar masukan atau gagasan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, terutama yang terpenting saat ini adalah mempercepat recovery ekonomi. Dalam kegiatan hari ini, saya hadir untuk memastikan keberlangsungan perekonomian untuk kepentingan masyarakat yang dijalankan oleh PLN," tutur Mardiono, Kamis (17/6/2021).

"Inisiatif PLN untuk menjaga keberlanjutan lingkungan alam serta mewujudkan lokasi kerja ynag bersih dan sehat dengan melakukan pengelolaan limbah operasi patut mendapatkan apresiasi dan tentu hal ini akan mendapatkan perhatian khusus," tambah Mardiono.

Untuk diketahui, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 22 Tahun 2021, FABA dihapuskan dari kategori limbah B3. Karenanya, saat ini FABA dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang bermanfaat, bahkan memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti bahan untuk pembuatan Paving Block, Batako, Conblock, dan sejenisnya.

"Dengan keluarnya PP nomor 22 tahun 2021 terkait FABA bahwa FABA menjadi limbah non-B3 terdaftar, ini saatnya untuk membuktikan pemanfaatan FABA itu sendiri. PLN telah melakukan berbagai upaya dalam pemanfaatan FABA. Kami ingin masyarakat dapat merasakan manfaat baik secara sosial maupun ekonomis dari pemanfaatan FABA," ucap Syofvi.

Dirinya menambahkan, harapannya FABA Information Centre dapat menjadi pusat informasi pengembangan dan penerapan pemanfaatan FABA bagi pihak yang membutuhkan, terutama untuk masyarakat.

Senada, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Ditjen Gatrik Kementerian ESDM, Wanhar, menyampaikan, terdapat manfaaat besar yang dapat diberikan dari pemanfaatan FABA ini. Pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM menyambut baik atas pendirian information centre ini, semoga dapat memberikan manfaat dan informasi yang sejelas-jelasnya bagi masyarakat terkait apa itu FABA dan manfaat yang belum dimaksimalkan dari FABA.

PLN akan mengupayakan pemanfaatan FABA yang lebih besar, tidak hanya secara komersial melalui karya, tetapi juga melalui pemberdayaan masyarakat yang berada di sekitar PLTU.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini