Serang Jokowi Soal Dana Haji, Logika Rocky Gerung Buat Terpingkal: Lucu...

Serang Jokowi Soal Dana Haji, Logika Rocky Gerung Buat Terpingkal: Lucu... Kredit Foto: Instagram/Rocky Gerung

Ulasan Rocky Gerung mengenai dana haji di kanal YouTube-nya mendapat kritikan keras dari pakar komunikasi Ade Armando. Aktivis media sosial yang juga pengajar di Universitas Indonesia tersebut  menyebut Rocky Gerung orang pintar, tapi seperti kehilangan akal sehatnya saat membahas soal itu.

"Saya kenal dia sejak dia masih mengajar di kampus UI. Di Fakultas Ilmu Budaya di mana ia mengajar, Rocky itu dikagumi," beber Ade dalam kanal YouTube Cokro yang dikutip GenPI.co,Rabu (16/6).

Baca Juga: Rocky Gerung Curigai Jokowi, Diam-Diam Kumpulkan Relawan untuk Lawan Bu Megawati

Ade menyebut, ketika membahas soal pembatalan keberangkatan Haji 2021, Rocky disebut menggunakan argumen yang kacau balau. Ade mempertanyakan klaim-klaim Rocky soal pembatalan tersebut. Salah satunya adalah larangan jemaah haji karena Pemerintah Saudi marah pada Indonesia.

"Kedua, karena Pemerintah Indonesia sudah menghabiskan uang para jemaah yang selama ini disimpan," ucap Ade.

Ade menyebut, argumen pertama Rocky Gerung itu luar biasa menggelikan. Sebab menurutnya, langkah itu dilakukan Saudi untuk "menghukum" Indonesia karena menangkap Habib Rizieq Shihab.

"Saudi tersinggung kebaikan hati mereka mengembalikan Rizieq dibalas dengan tindakan tidak pantas," ucap Ade mengurai logika Rocky Gerung.

Ade menyebut Saudi juga tersinggung karena pendukung Jokowi menggunakan istilah kadrun untuk menyerang kelompok-kelompok Islam.

"Argumen kedua sama lucunya. Entah dapat informasi dari mana. Rocky membayangkan bahwa uang yang selama ini disimpan para jemaah haji sudah habis, sudah habis untuk infrastruktur," sindir Ade.

Ade menambahkan, kebencian Rocky Gerung kepada Jokowi menyebabkan kepintarannya sirna entah ke mana. "Dia ingin sekali nengatakan apapun persoalan di Indonesia ini sebagai bukti kejahatan Jokowi," pungkas Ade Armando.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini