BNPB Terima Bantuan Penanganan Pandemi Covid-19 dari KOICA

BNPB Terima Bantuan Penanganan Pandemi Covid-19 dari KOICA Kredit Foto: BNPB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima bantuan dari Korea International Cooperation Agency (KOICA) guna mendukung percepatan penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan (OJLP) BNPB Ir. Ibnu Asur, MM Selasa (15/6), di Graha BNPB.

Adapun bantuan yang diberikan adalah 39 unit PCR Machine, 198 test kits, dan masker KF94 dengan total senilai 3,5 juta USD.

Baca Juga: Vaksin Terbukti Mampu Melindungi Diri dari Mutasi Virus COVID-19

Hyeojin Jeong selaku Country Director Kantor KOICA Indonesia menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan komitmen pemerintah dan warga Korea kepada Pemerintah Indonesia, khususnya dalam penanganan pandemi COVID – 19.

“Pasca wabah COVID-19, masyarakat Korea telah membantu masyarakat Indonesia melalui KOICA sejak April 2020. Meski mengalami kesulitan berkepanjangan akibat penyakit ini, kami mendoakan agar masyarakat Indonesia sehat dan tidak putus asa, melainkan Bersatu untuk mengatasinya,” kata Hoejin Jeong, Country Director Kantor KOICA Indonesia.

Secara khusus, KOICA berkontribusi pada upaya nasional untuk memperluas tingkat pengujian infeksi COVID-19 dengan menyediakan mesin uji Polymerase Chain Reaction (PCR) bersama dengan kartrid reagen uji melalui UNOPS, lembaga PBB yang fokus di bidang infrastruktur dan pengadaan.

“Atas nama masyarakat penerima manfaat, BNPB mengucapkan terima kasih kepada KOICA dan masyarakat Korea atas bantuan dan perhatiannya kepada Pemerintah Indonesia." kata Ibnu

Ibnu berharap kedepannya kerjasama Pemerintah Korea dan Pemerintah Indonesia akan terjalin dengan lebih baik

Menurut data dari BNPB per tanggal 14 Juni 2021, kasus positif COVID – 19 di Indonesia mencapai total 1.919.547 kasus, sementara kasus pasien sembuh telah mencapai angka 1.751.234 dan meninggal dunia 53.116 orang. 

Bantuan PCR dan alat tes lainnya diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kapasitas pemeriksaan dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini