UI: Prioritas Vaksin di Jabodetabek Lebih Efektif untuk Percepatan Herd Immunity

UI: Prioritas Vaksin di Jabodetabek Lebih Efektif untuk Percepatan Herd Immunity Kredit Foto: Sinar Mas

Presiden Joko Widodo menargetkan Indonesia bisa melakukan distribusi vaksin sebesar satu juta per hari. Menurut Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Hasbullah Thabrany, tantangan yang harus dihadapi dalam upaya tersebut selain soalĀ supply vaksin adalah koordinasi antara pemerintah dengan swasta.

Pemerintah memiliki program vaksin untuk masyarakat umum, sedangkan swasta memiliki program vaksin gotong royong bagi para karyawannya. Hasbullah mengatakan vaksin gotong royong memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi karena banyaknya peminat program vaksin tersebut.

Baca Juga: OJK Bersama FORKOM IJK Sumut Gelar Vaksinasi Covid-19 pada Pegawai Sektor Jasa Keuangan

"Peminat gotong royong banyak. Karena gotong royong tidak boleh mengganggu yang dibuat publik oleh pemerintah, koordinasi itu yang menimbulkan sedikit hambatan untuk mencapai kecepatan," ujar Hasbullah dalam dialog virtual bertajukĀ Siap Jaga Indonesia dengan Vaksinasi Gotong Royong, Rabu (16/6/2021).

Oleh sebab itu, Hasbullah mengatakan dibutuhkan peta yang bagus agar vaksin pemerintah dan gotong royong bisa bergerak bersama sehingga percepatan vaksinasi dapat terwujud. Salah satunya dengan memprioritaskan daerah zona merah atau kuning dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, seperti Jabodetabek.

"Meskipun ada risiko orang yang menuding adanya pilih kasih, kalau kita prioritaskan daerah yang merah atau kuning dengan risiko kepadatan penduduk tinggi, itu lebih baik. Jadi, saya setuju kalau prioritasnya ke Jabodetabek," tukasnya.

Karena daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi lebih rentan terhadap penularan virus Covid-19. Hasbullah memberikan contoh DKI Jakarta yang memiliki penyintas Covid-19 lebih dari 25 persen dari total kasus di seluruh Indonesia.

"Padahal penduduk di DKI tidak sampai lima persen," lanjutnya.

Oleh sebab itu, Hasbullah menilai prioritas pemberian vaksin kepada daerah yang memiliki potensi penularan lebih tinggi akan mempunyai dampak yang lebih bagus terhadap percepatan penanggulangan pandemi.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini