Pernyataan Wakilnya Bennett Soal Pawai Bikin Terkejut: Ini Bukan Yahudi dan Israel tapi...

Pernyataan Wakilnya Bennett Soal Pawai Bikin Terkejut: Ini Bukan Yahudi dan Israel tapi... Kredit Foto: Instagram/State of Israel

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid mengatakan bahwa dia mendukung pawai bendera Yerusalem maju dalam format saat ini. Namun dia juga mengkritik peserta yang menyanyikan lagu-lagu rasis dan kekerasan.

“Fakta bahwa ada ekstremis yang bendera Israel mewakili kebencian dan rasisme adalah keji dan tidak dapat ditoleransi,” kata Lapid, dikutip dari Jerusalem Post, Rabu (16/6/2021).

Baca Juga: Ngeri Pawai Berdampak Parah, Polisi Israel Terjunkan Ribuan Personel

"Tidak dapat dipahami bagaimana seseorang dapat memegang bendera Israel di tangannya dan meneriakkan 'matilah orang Arab' pada saat yang bersamaan," tambahnya.

Lapid menambahkan bahwa "ini bukan Yudaisme dan bukan Israel dan tentu saja bukan apa yang dilambangkan oleh bendera kami. Orang-orang ini mempermalukan rakyat Israel."

Selama penilaian situasi yang berlangsung di akhir pawai bendera, Menteri Keamanan Publik Omer Bar Lev --yang awalnya menyetujui pawai hanya sehari sebelumnya-- berterima kasih kepada polisi karena berhasil menyelesaikan operasi mereka, dengan mengatakan bahwa mereka "bertindak dengan bijak, penuh perhatian, dalam sistem kendala yang kompleks dan gambaran realitas yang berubah."

"Rencana operasional yang disampaikan kepada saya tadi malam terbukti dengan sendirinya dan mengarah pada kesimpulan yang sukses dari acara tersebut. Terima kasih kepada semua pasukan dan komandan di lapangan," katanya.

Ketua Partai Ra'am MK Mansour Abbas mengatakan pada Selasa sore bahwa partainya, mitra koalisi, mendesak semua pihak untuk menahan diri saat pawai bendera berlangsung melalui Kota Tua Yerusalem, sebuah langkah yang menurutnya merupakan "provokasi tak terkendali" dan yang seharusnya dibatalkan.

Pawai berhenti di luar Gerbang Damaskus untuk menari dan dilanjutkan di luar tembok Kota Tua ke Gerbang Jaffa di mana para peserta melewati pasar Arab antara perempatan Yahudi dan Muslim dan ke alun-alun Tembok Barat.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini