Studi CPI Paling Anyar: Indonesia dan Korsel Berpeluang Mencapai Ambisi Energi Bersih

Studi CPI Paling Anyar: Indonesia dan Korsel Berpeluang Mencapai Ambisi Energi Bersih Kredit Foto: Cahyo Prayogo

Indonesia menargetkan komposisi 23% energi terbarukan ke dalam produksi energinya sebelum 2025, sementara itu untuk Korea Selatan berencana memperbesar porsi sumber produksi listrik dari energi terbarukan sebanyak 20% sebelum 2030.

Menurut laporan terbaru Climate Policy Initiative (CPI) “Leveraging fiscal stimulus to improve energy transition: Case of South Korea and Indonesia,” menganalisis adanya kesempatan di balik stimulus fiskal COVID-19 dalam menggapai target energi bersih dan transisi energi. Baca Juga: IEECCE 2021 Dukung Upaya Dekarbonisasi Sektor Transportasi Guna Pacu Transisi Energi Bersih

Kolaborasi CPI dan Seoul National University (SNU), studi tersebut menawarkan intervensi yang dapat sekaligus menangani keberlanjutan pemulihan ekonomi serta mencapai realisasi transisi energi.

Adapun, laporan CPI tersebut, merupakan perpanjangan dari studi CPI untuk mengukur kontribusi pemulihan ekonomi di kelima ekonomi terbesar di Asia terhadap target iklim di masing-masing negara tersebut. Baca Juga: Studi: Peluang Indonesia-Korea Selatan Capai Ambisi Energi Bersih

Dalam laporan tersebut juga menemukan kemiripan antara dampak COVID-19 terhadap sektor energi di Indonesia dan Korea Selatan.

"Kedua negara menunjukan penurunan konsumsi listrik di sektor industri dan komersial, serta kenaikan permintaan listrik sektor rumah tangga sebagai dampak dari protokol pencegahan COVID-19." tulis keterangan tersebut, dalam rilisnya, Rabu (16/6/2021).

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini