Penelitian Terbaru Menunjukkan Umat Yahudi Israel Hanya Sedikit Paham dengan Yahudi Amerika

Penelitian Terbaru Menunjukkan Umat Yahudi Israel Hanya Sedikit Paham dengan Yahudi Amerika Kredit Foto: Antara/REUTERS/Carlo Allegri

Orang Yahudi Amerika dan Israel tidak tahu banyak tentang satu sama lain, menurut sebuah penelitian yang dirilis Senin (15/6/2021). Namun, kedua kelompok menyatakan ketertarikan untuk yang lain dalam jajak pendapat oleh Komite Yahudi Amerika.

Di antara orang Yahudi Amerika, total 40 persen mengatakan bahwa pengetahuan mereka tentang orang Israel tidak ada atau lemah. Sementara 21% lainnya menilai pengetahuan mereka tentang Israel sebagai sedang, sementara 37% mengatakan mereka menerima pendidikan yang “kuat” tentang Israel.

Baca Juga: Hamas Jadi Ancaman Berbahaya Jika Pawai Kontroversial Orang-orang Yahudi Terlaksana karena...

Di antara orang Yahudi Israel, total 69% mengatakan mereka tidak menerima pendidikan tentang Yahudi Diaspora atau "tidak komprehensif", sementara 20% mengatakan "biasa-biasa saja" dan 11% mengatakan komprehensif, sebagaimana dikutip dari Times of Israel, Selasa (15/6/2021).

Survei itu dilakukan ketika Israel melihat perdana menteri barunya yang pertama dalam 12 tahun setelah Benjamin Netanyahu, kepala partai Likud, digulingkan oleh sayap kanan Naftali Bennett dan Yair Lapid yang berhaluan tengah, yang bersatu dalam koalisi yang tidak biasa.

Pejabat pemerintah baru yang dipimpin oleh Bennett mengatakan bahwa Netanyahu merusak hubungan dengan Diaspora Yahudi melalui aliansi dekatnya dengan para pemimpin sayap kanan di luar negeri dan kebijakannya yang melayani ultra-Ortodoks. Mereka telah berjanji untuk memperbaiki hubungan, sebagian dengan mendidik orang Israel tentang Yahudi Diaspora.

Di antara orang Yahudi Amerika, 60% mengatakan bahwa terhubung dengan Israel penting bagi identitas Yahudi mereka. Di antara orang Israel, 75% melihat Diaspora yang berkembang sangat penting bagi masa depan orang-orang Yahudi.

Orang Israel yang telah belajar lebih banyak tentang Yahudi Diaspora dalam suasana formal menunjukkan minat yang lebih besar untuk belajar lebih banyak tentang Yahudi Diaspora daripada mereka yang belajar lebih sedikit.

Survei orang Amerika dilakukan 25 Maret-9 Mei dan yang di Israel pada Mei. Keduanya memiliki 1.000 responden. Margin of error adalah 3 poin persentase.

Baca Juga: Satu Tahun Jadi Juru Bicara: Ini Bukan tentang Angka

Baca Juga: Ahli Virologi dan Molekuler Biologi: Semua Vaksin Covid-19 Aman dan Sudah Diuji

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini