Erdogan Punya Keyakinan Kalau Masalah Turki-Amerika Bisa Beres Usai Bertemu Biden, Kenapa?

Erdogan Punya Keyakinan Kalau Masalah Turki-Amerika Bisa Beres Usai Bertemu Biden, Kenapa? Kredit Foto: Instagram/Recep Tayyip Erdogan

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan setelah pertemuan pertamanya dengan mitra Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Senin (15/6/2021). Kedua pemimpin itu tidak memiliki masalah yang tidak dapat diselesaikan, bahkan ketika dia tidak memberikan indikasi kemajuan pada kebuntuan terbesar, pembelian rudal Rusia oleh Turki.

Pada konferensi pers di sela-sela KTT NATO di Brussels, Erdogan menyebut pembicaraan itu "produktif dan tulus" dan dia menekankan persahabatannya yang panjang dengan pemimpin AS selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Erdogan Benar-benar Ingin Temui Langsung Para Pemimpin NATO, Apa Tujuannya?

Diskusi --yang ditunggu Erdogan lima bulan setelah pelantikan Biden-- menekankan perlunya dialog yang lebih baik, menetapkan nada positif untuk masa depan dan mencakup kerja sama di berbagai bidang seperti Suriah, kata Erdogan.

"Kami melihat ada kemauan yang kuat untuk memulai masa kerja sama yang efisien berdasarkan rasa saling menghormati di setiap bidang," katanya.

"Kami pikir tidak ada masalah dalam hubungan Turki-AS yang tidak memiliki solusi dan sebaliknya, bidang kerja sama kami lebih besar daripada masalah kami dan terlihat lebih kaya."

Hubungan AS-Turki diselimuti oleh serangkaian perselisihan termasuk dukungan AS untuk pejuang Kurdi Suriah yang dianggap teroris oleh Turki, dan kritik yang lebih vokal dari pemerintahan Biden terhadap catatan hak asasi manusia Ankara. Baca selengkapnya

Perselisihan paling sulit adalah pembelian pertahanan permukaan-ke-udara S-400 Rusia oleh Turki pada 2019 yang mendorong Washington untuk menjatuhkan sanksi yang ditargetkan dan untuk mengusir Ankara dari program produksi F-35, termasuk pesanan Turki untuk membeli jet.

“Pada pertemuan yang diadakan di lokasi ini, tidak mungkin S-400 tidak diangkat,” kata Erdogan. "Apa pun pemikiran kami sebelumnya tentang S-400, saya menyampaikan pemikiran yang sama kepada Presiden Biden."

Lira Turki turun hampir 1% saat Erdogan berbicara, setelah ekspektasi pasar meningkat dalam beberapa hari terakhir untuk Biden dan Erdogan untuk mencapai semacam kesepakatan pada S-400.

Erdogan, yang memiliki hubungan hangat dengan mantan Presiden AS Donald Trump, mengatakan Biden mengatakan kepadanya bahwa dia mungkin datang ke Turki.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini