Inflasi di Depan Mata, Miliarder Ini Sarankan Investasi Bitcoin untuk Lindungi Nilai

Inflasi di Depan Mata, Miliarder Ini Sarankan Investasi Bitcoin untuk Lindungi Nilai Kredit Foto: Getty Images/Robin Hood

Miliarder Paul Tudor Janes, pendiri Tudor Investment Corporation, mengaku khawatir bank sentral tidak bergerak cukup cepat untuk menangkal inflasi. Ia pun mewanti-wanti bahwa melonjaknya harga baru-baru ini hanyalah kebohongan. Ia juga turut menyarankan agar investor menggandakan investasi defensif mereka seperti uang tunai, komoditas, dan bahkan bitcoin yang tidak stabil.

"Semuanya benar-benar gila sekarang," ujar Tudor Jones, kepada CNBC Squawk Box, dikutip dari Forbes di Jakarta, Selasa (15/6/21).

Selain itu, Tudor juga mengatakan bahwa pertemuan Fed baru-baru ini adalah pertemuan penting dalam lima tahun terakhir karena berdasarkan data, inflasi belakangan ini adalah kenaikan harga terbesar sepanjang 13 tahun berturut-turut.

Baca Juga: Buy or Bye? Miliarder Ini Prediksi Bitcoin Bisa Tembus Rp3,5 M Tahun Depan, Wow!

"Satu-satunya hal yang saya tahu pasti adalah saya ingin memiliki 5% emas, 5% bitcoin, 5% tunai, dan 5% komoditas," kata Tudor Jones, menggembar-gemborkan lindung nilai inflasi umum.

Karena itu, Tudor Jones memperingatkan dia khawatir terhadap pasar saham yang meningkat menjadi sekitar 220% dari nilai total produk domestik bruto negara di tengah kebijakan "uang mudah" Fed. Tudor merujuk pada metrik penilaian favorit investor Warren Buffett, yang telah melampaui level tertinggi sebelumnya di bawah 200% selama gelembung dot-com pada pergantian abad.

Tudor pun menjadi salah satu miliarder yang mendukung bitcoin. Ia telah menginvestasikan 2% dari portofolionya dalam bitcoin, serta memuji bitcoin sebagai cryptocurrency terbesar di dunia sebagai lindung nilai inflasi yang dapat diandalkan.

Tudor juga melihat bitcoin sebagai cara untuk berinvestasi dalam kepastian, meski belum lama ini pasar kripto ambruk. Namun, meski Bitcoin telah jatuh hampir 40% dari harga tertingginya pada pertengahan April, Bitcoin masih naik hampir 320% selama setahun terakhir.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini