Putri Huawei Gak Mau Publikasi Dokumen, AS Langsung Tolak Mentah-Mentah: Ini Pengadilan Terbuka!

Putri Huawei Gak Mau Publikasi Dokumen, AS Langsung Tolak Mentah-Mentah: Ini Pengadilan Terbuka! Kredit Foto: REUTERS/Jennifer Gauthier

Chief Financial Officer Huawei, Meng Wanzhou, yang juga anak dari pendiri Huawei Ren Zhengfei, berusaha untuk melarang publikasi dokumen yang diterima tim hukumnya dari HSBC. Sayangnya, permintaan tersebut ditentang oleh jaksa Kanada dalam kasus ekstradisinya di AS karena melanggar prinsip-prinsip pengadilan terbuka.

Tim hukum Meng akan mengajukan argumen untuk mendukung larangan tersebut di Mahkamah Agung British Columbia.

Dilansir dari Reuters di Jakarta, Selasa (15/6/21) wanita berusia 49 tahun ini sebagaimana diketahui ditangkap di Bandara Internasional Vancouver pada Desember 2018 atas surat perintah dari Amerika Serikat.

Meng menghadapi tuduhan penipuan bank karena diduga menyesatkan HSBC tentang transaksi bisnis Huawei Technologies Co Ltd di Iran dan berpotensi menyebabkan bank tersebut melanggar sanksi AS terhadap bisnis di Iran.

Baca Juga: Geser Huawei, Pertumbuhan Produsen HP Ini Ancam Apple dan Samsung!

Selama ini, Meng telah berada di bawah tahanan rumah di Vancouver selama lebih dari dua tahun dan berjuang ekstradisinya ke Amerika Serikat. Meng berkali-kali mengatakan dirinya tidak bersalah.

Pengacara untuk Huawei dan HSBC di Hong Kong setuju untuk merilis dokumen pada bulan April kepada tim hukum Meng dengan syarat menjaga kerahasiaan informasi rahasia dari publik, menurut pengajuan yang diajukan oleh pembela.

Jaksa yang mewakili pemerintah Kanada menentang larangan tersebut. Mereka mengatakan dalam pengajuan yang diajukan pada hari yang sama menegaskan bahwa "agar konsisten dengan prinsip pengadilan terbuka, larangan harus disesuaikan" dan rinciannya harus disunting secara selektif dari publik, daripada seluruh dokumen.

Baca Juga: Satu Tahun Jadi Juru Bicara: Ini Bukan tentang Angka

Baca Juga: Ahli Virologi dan Molekuler Biologi: Semua Vaksin Covid-19 Aman dan Sudah Diuji

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini