Innalillahi, Wanita Palestina Didor Penjaga Keamanan Israel hingga Tewas di Tempat

Innalillahi, Wanita Palestina Didor Penjaga Keamanan Israel hingga Tewas di Tempat Kredit Foto: AP Photo/Maya Alleruzzo

Penjaga keamanan Israel menembak dan menewaskan seorang perempuan Palestina di Tepi Barat yang diduduki, Sabtu (12/6/2021). Menurut polisi Israel, perempuan tersebut membawa pisau di pos pemeriksaan.

Tidak ada pernyataan langsung dari pejabat Palestina mengenai insiden itu. Penembakan terjadi di penyeberangan Qalandiya dekat Kota Ramallah.

Baca Juga: Astaga! Israel Gak Henti-Hentinya Tangkap Remaja Palestina!

Polisi mengatakan perempuan berusia 28 tahun itu mendekati penyeberangan dan lari ke arah pasukan sambil memegang sebilah pisau.

"Seorang penjaga keamanan sipil yang melihat apa yang terjadi berkali-kali meminta perempuan itu berhenti," demikian pernyataan kepolisian.

Pernyataan menambahkan ketika perempuan itu terus mendekat ke arah penjaga keamanan, beberapa tembakan pun dilepaskan. Polisi menyebarkan foto pisau, yang katanya dibawa oleh perempuan tersebut.

Pada Mei, pertempuran sengit antara Israel dan Palestina berlangsung selama 11 hari di Gaza. Gencatan senjata yang lemah sebagian besar bertahan, meski ketegangan masih tetap tinggi.

Dalam beerapa pekan terakhir, ratusan warga Palestina ditangkap di Israel dan wilayah Palestina yang diduduki karena memprotes kebijakan Israel. Puluhan orang terluka dalam bentrokan dengan polisi bersenjata Israel.

Setidaknya empat warga Palestina, termasuk seorang anak ditembak dan dibunuh sejak Kamis di Tepi Barat yang diduduki. 

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini