Jangkau Indonesia, Bursa Perdagangan Aset Digital Zipmex Beri Kemudahan bagi Investor Generasi Baru

Jangkau Indonesia, Bursa Perdagangan Aset Digital Zipmex Beri Kemudahan bagi Investor Generasi Baru Kredit Foto: Unsplash/Viktor Forgacs

Pasar investasi aset kripto atau cryptocurrency Bitcoin menunjukkan pelemahan secara global dalam beberapa waktu terakhir. Namun secara fakta, nilai Bitcoin dan beberapa aset kripto lainnya menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu secara rata-rata.

Di Indonesia, investasi aset kripto di Indonesia, khususnya Bitcoin selama beberapa bulan terakhir berkembang sangat pesat. Bahkan, aset kripto dinilai membawa ruang perdagangan investasi baru yang lebih transparan dan menjanjikan bagi nasabah juga pelaku industri.

Meski demikian, masih banyak yang merasa asing dengan sistem investasi atau transaksi aset digital ini. Untuk itu, menurut Co-Founder Zipmex Indonesia, Raymond Sutanto, diperlukan edukasi yang lebih gencar kepada masyarakat terkait aset kripto ini.

"Memang market sekarang lagi agak lesu. Dalam kondisi seperi ini edukasi ke market penting, terutama seperti apa asal usul aset kripto itu sendiri. Jika takut harga turun, kenyataannya dari tahun ke tahun secara dolar cost averaging, 11 thn ke belakang tren Bitcoin naik," kata Raymond di Jakarta, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga: Biaya Transaksi Bitcoin dan Ether Merosot Jauh

Menurutnya, selain edukasi yang lebih intens, penyelenggara perdagangan aset kripto juga harus bisa menyediakan sistem perdagangan yang mumpuni serta menawarkan kemudahan seperti yang dilakukan pihaknya.

"Kami memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan aset digital terbaik dalam berinvestasi," tuturnya.

Baca Juga: Bitcoin Turun, Pasar Kripto Rugi Hingga Ribuan Triliun

Sementara itu, Co-Founder dan CEO Zipmex Marcus Lim memilih Indonesia karena Indonesia dinilai memiliki pasar potensial yang besar, dan merupakan target pasar yang strategis. Zipmex juga telah teregulasi sesuai dengan aturan pemerintah misalnya, oleh Bappebti dan Kominfo jika di Indonesia.

"Diharapkanpengguna tidak perlu khawatir ketika hendak berinvestasi aset kripto," imbuhnya.

Raymond juga menambahkan bahwa trust atau kepercayaan investor akan terbangun sendiri dengan adanya regulasi dari Bappepti yang akan membangun Digital Futures Exchange.

"Jadi, saat nanti kalai nanti sudah rilis dan ada yang tidak terdaftar itu bisa jadi bodong," katanya.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini