Baru Masuk Bursa Saham, HOPE Langsung Melesat. Tapi Kok Sepi Transaksi?

Baru Masuk Bursa Saham, HOPE Langsung Melesat. Tapi Kok Sepi Transaksi? Kredit Foto: Sufri Yuliardi

PT Harapan Duta Pertiwi Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan karoseri ini resmi mejeng di papan perdagangan Bursa Efek Indonesia setelah melakukan mencatatkan saham perdananya dengan menggunakan kode saham HOPE. Saat pertama ditransaksikan saham HOPE langsung melesat 34,75% atau 41 poin ke posisi Rp159 per saham.

Namun, selayaknya perusahaan yang baru masuk ke pasar modal, saham HOPE bisa dibilang tergolong sepi. Hal tersebut terpampang dari frekuainsi perdagangan saham yang hanya sebanyak 17 kali dengan nilai Rp13,85 juta dengan melibatkan 87.000 lembar saham yang diperdagangkan.

Direktur Utama dari PT Harapan Duta Pertiwi Tbk, Kevin Jong, mengunngkapkan jika IPO ini akan membawa perusahaan ke babak baru dalam industri karoseri di Indonesia, melalui struktur permodalan yang bertambah kuat dengan dukungan publik.

Baca Juga: Cucu Pendiri Lippo Rogoh Kocek Miliaran Rupiah Buat Borong Saham Pemilik RS Siloam

“Kami mempunyai komitmen untuk dapat menjadi perusahaan yang bernilai tinggi dalam industri karoseri di Indonesia, dengan memenuhi berbagai macam kebutuhan dari pelanggan, guna mendukung pembangunan bangsa dan negara Indonesia,” ucapnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (24/5/2021).

Ia memaparkan bila terdapat beberapa strategic partner yang sudah mengutarakan minatnya untuk berinvestasi di PT Harapan Duta Pertiwi Tbk, salah satunya adalah Adrianus Eka Putra, pemilik dari PT Bengawan Karya Sakti atau lebih dikenal dengan nama karoseri "Beng".

"Dengan bergabungnya Bapak Adrianus Eka Putra, kami harapkan bisa membawa dampak yang positif, khususnya di bagian penjualan,” tambahnya.

Baca Juga: Saham Garuda Indonesia Babak Belur Saat Ketahuan Lakukan Pensiun Dini Karyawan Demi Bertahan Hidup

Sebagai informasi, dalam proses penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO), perseroan menawarkan sebanyak 851.667.000 lembar saham atau sekitar 40% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga Rp 118 per lembar saham. Maka dari itu, dana yang terkumpul dari Penawaran Umum ini adalah senilai Rp 100,49 miliar.

Dana yang terhimpun dari Penawaran Umum ini akan digunakan perseroanuntuk modal kerja dalam bentuk pembelian bahan baku untuk pembuatan bagian atau karoseri kendaraan bermotor, peningkatan fasilitas pabrik dan penunjangnya seperti sarana dan prasarana untuk menunjang aktivitas di pabrik seperti instalasi hoist crane, perbaikan area lantai pabrik dengan semen dan aspal, penutupan atap area pabrik yang masih terbuka, peningkatan ventilasi, serta pembelian mesin produksi.

Selain itu, sebagai tambahan bagi masyarakat yang memutuskan untuk berinvestasi dalam PenawaranUmum Perdana Saham, PT Harapan Duta Pertiwi Tbk juga menerbitkan waran sebanyak 425.833.500 waran Seri I, sehingga rasio dari waran yang diterbitkan adalah 2 pemegang saham baru akan mendapatkan 1 waran Seri I. Adapun dana yang didapatkan dari pelaksanaan waran tersebut rencananya akan digunakan untuk modal kerja.

Dalam rangka proses IPO ini, PT Harapan Duta Pertiwi Tbk telah menunjuk PT Danatama Makmur Sekuritas dan PT Yuanta Sekuritas Indonesia sebagai lead underwriter atau penjaminpelaksana emisi efek.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini