Bisnisnya Macet, Pabrikan Jet Tempur Ini Batal Kembangkan Pesawat Supersonik

Bisnisnya Macet, Pabrikan Jet Tempur Ini Batal Kembangkan Pesawat Supersonik Kredit Foto: US Air Force/Master Sgt. Donald R. Allen

Perusahaan Aerion Supersonic menghentikan operasinya. Perusahaan ini memiliki rencana untuk membangun jet bisnis senyap yang akan melakukan perjalanan dua kali lebih cepat dari kebanyakan pesawat komersial.

Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh Florida Today. Aerion yang mendapat dukungan dari Boeing, mengatakan tidak dapat mengumpulkan uang untuk membangun jet supersonik AS2-nya.

Baca Juga: Jet-jet Tempur Israel Diduga Berjatuhan, Benarkah Demikian?

Perusahaan mengatakan program jet bisnis supersonik AS2 memenuhi semua persyaratan pasar, teknis, peraturan dan keberlanjutan dan pasar untuk segmen supersonik baru dari penerbangan umum. Namun, dalam lingkungan keuangan saat ini sangat menantang.

"Sangat menantang untuk menutup kebutuhan modal baru yang dijadwalkan dan diperlukan untuk menyelesaikan transisi AS2 ke produksi. Dengan kondisi ini, Aerion Corporation sekarang mengambil langkah yang sesuai dengan mempertimbangkan lingkungan keuangan yang berkelanjutan ini,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan yang diemail ke The Verge, pada Sabtu (22/5/2021).

Dikutip dari The Verge, Senin (24/5/2021), CEO Aerion Tim Vice mengatakan pada Januari 2020 bahwa AS2 kemungkinan akan menelan biaya sekitar 4 miliar dolar AS untuk dikembangkan perusahaan, CNBC melaporkan. Pada saat itu, perusahaan telah menghabiskan 1 miliar dolar AS untuk mengembangkan mesin AS2.

Pada April 2020, Gubernur Florida RonDeSantis mengumumkan Aerion memindahkan kantor pusatnya dari Reno, Nevada ke Melbourne, Florida, di sebuah pabrik yang akan dibangun di Bandara Internasional Orlando Melbourne.

Awal tahun ini, Bloomberg melaporkan Aerion sedang dalam pembicaraan untuk go public melalui perusahaan akuisisi bertujuan khusus atau SPAC. Pembicaraan itu tampaknya tidak membuahkan hasil.

AS2 dimaksudkan untuk melakukan perjalanan dengan kecepatan sekitar 1.000 mil per jam dan teknologi “pelayaran tanpa ledakan” yang dipatenkan akan memungkinkannya terbang tanpa menciptakan ledakan sonik.

Perusahaan telah merencanakan untuk menerbangkan AS2 pertamanya pada 2024, dan memulai penerbangan komersial pada 2026.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini