Kutuk Israel, Muhammadiyah: PBB dan Dunia Internasional Jangan Diam Saja!

Kutuk Israel, Muhammadiyah: PBB dan Dunia Internasional Jangan Diam Saja! Kredit Foto: Muhammadiyah

Serangan brutal dan membabi buta yang terus dilakukan Israel di Jalur Gaza telah menewaskan setidaknya 53 orang, termasuk 14 anak-anak. Serangan yang terjadi sepekan terakhir kepada warga Palestina itu telah melukai 300 lainnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir menilai, kekejaman Israel tersebut akan makin meningkatkan eskalasi konflik bersenjata. Selain itu, kekejaman kepada warga Palestina itu akan membuat kekacauan kian meluas di sana.

Baca Juga: Hamas: Operasi Darat Akan Jadi Bencana bagi Israel

"Kondisi tidak menentu ini sudah berlangsung lebih sebulan dan berpeluang menambah bara konflik Israel dan Palestina yang berkepanjangan," kata Haedar, Sabtu (15/5/2021).

Haedar menekankan, sumber utama kekacauan ialah keserakahan dan kebrutalan Israel yang hingga kini tidak memperoleh kendali dan hukuman dunia internasional, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang terkesan membiarkan dan melindungi.

Prahara perang, kekerasan, dan konflik terus berkepanjangan di jazirah ini. Bahkan, terjadi sejak pendudukan dan berdirinya negara Israel 1948 di kawasan Yerusalem sebagai wilayah Palestina dan negeri tiga agama yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi.

Kini, lanjut Haedar, Israel dengan ambisi politik ekspansionisnya berkepanjangan ingin memperluas kawasan kekuasaan yang jadi sumber berbagai masalah. Ini sumber utama kekacauan politik dan perang yang meluas ke jazirah Timur Tengah.

Untuk itu, Haedar meminta dunia internasional jangan hanya diam dan harus mengambil langkah tegas. Selama negara-negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak mengambil langkah, Israel akan terus sewenang-wenang.

Haedar menekankan, dunia internasional, khususnya PBB dan semua negara-negara dunia internasional yang cinta kemerdekaan abadi hendaknya mampu bertindak tegas terhadap segala bentuk kesewenang-wenangan Israel. Serta, tidak boleh melindunginya.

"Hentikan segala bentuk kekerasan, kekejaman, tindakan pengusiran, dan genosida Israel terhadap bangsa Palestina," ujar Haedar.

PP Muhammadiyah turut mengapresiasi sikap tegas Indonesia dalam membela Palestina dan mengutuk tindakan brutal Israel. Haedar berharap, Indonesia terus mengambil prakarsa aktif mendorong dunia internasional, khususnya negara-negara Arab dan PBB.

Tindak tegas beri sanksi Israel, serta hentikan ekspansi dan kekejaman Israel ke bangsa dan negara Palestina. Muhammadiyah, kata Haedar, dan rakyat Indonesia senantiasa membela dan mendukung sepenuhnya perjuangan rakyat Palestina.

"Demi tegaknya kedaulatan negara Palestina yang bebas dari segala bentuk kesewenang-wenangan Israel, Muhammadiyah juga mengutuk keras serangan Israel yang penuh kekejaman dan nafsu ekspansi neokolonialisme," kata Haedar.

Era modern ini semestinya tidak ada pihak yang bertindak sewenang-wenang terhadap pihak lain atas nama apapun, apalagi ke bangsa dan negara yang sah yaitu Palestina. Praktik penjajahan dan penindasan sudah harus dikubur dalam-dalam pada era modern.

Dunia modern menjunjung tinggi kemerdekaan, kebebasan, dan hak dasar manusia untuk hidup di bumi ciptaan Tuhan. Dunia modern semestinya menciptakan perdamaian abadi untuk semua demi peradaban manusia yang hidup bersama bermartabat dan berdaulat.

"Seluruh dunia yang prodemokrasi, HAM, antikekerasan, dan peperangan mesti bangkit bersama menghentikan segala ekspansi dan serangan bersenjata satu pihak terhadap pihak lain yang berhak untuk kemerdekaan, kebebasan, dan perdamaian di muka bumi," ujar Haedar.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini