Partai Ummat Gerak Cepat Bantu Keberlangsungan Hidup Bangsa Palestina

Partai Ummat Gerak Cepat Bantu Keberlangsungan Hidup Bangsa Palestina Kredit Foto: SINDONews

Partai Ummat mengajak masyarakat untuk membantu rakyat Palestina yang tengah mengalami serangan dari Israel. Adapun cara yang diperlukan yakni berdonasi melalui rekening bank yang nantinya akan disediakan dan dikoordinasikan.

"Mempertimbangkan segala risiko yang terjadi akibat ulah zionis Israel, maka dengan ini Partai Ummat segera melakukan aksi nyata membuka rekening donasi demi keberlangsungan hidup bangsa Palestina," ujar Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi saat konferensi pers, Sabtu (15/5/2021) malam.

Baca Juga: Hina Palestina Sambil Joget di Tiktok, Pria Ini Langsung Dibungkus Polisi

Dia menjelaskan, inisiasi pembukaan nomor rekening baru lah muncul pada siang tadi. Menurutnya, dalam waktu dekat nomor rekening akan segera diumumkan. "Kita akan umumkan nomor rekeningnya, Insya Allah sesegera mungkin jika kita telah siapkan," tuturnya.

Lebih jauh dipaparkan Ridho, untuk tenggat waktu pengumpulan donasi, pihaknya juga belum menentukan. Akan tetapi, yang sudah pasti, bilamana donasi sudah terkumpul akan dikirimkan secara bergelombang.

"Kita buat gelombang pertama sekiranya nanti sudah cukup dan sudah bisa kita kirim ya kita kirim. Kemudian, seandainya perlu kita perpanjang juga kita perpanjang," ungkapnya.

Kepala Bagian Humas dan Informasi Publik Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya memastikan donasi itu tak akan disalahgunakan. Pihaknya berupaya semaksimal mungkin agar niat baik itu sampai ke tangan rakyat Palestina.

"Kita usahakan sehati-sehati mungkin, supaya uang ini, donasi ini sampai ya kepada yang berhak. Jadi enggak akan salah sasaran," papar Mustofa.

Bahkan, untuk menjaga uang-uang donasi, Partai Ummat, jelas Mustofa akan membuat sebuah aplikasi berbasis IT. Laporan terkait donasi juga kaan disampaikan seterbuka mungkin di hadapan publik.

"Insya Allah mudah-mudahan doakan Partai Ummat lebih teliti. Akan kita buat sistem secara IT dengan aplikasi pengawasannya, pengumpulannya, dan penyampaiannya. Nanti itu kita sampaikan secara terbuka agar masyarakat bisa ikut mengawasi juga ya," pungkasnya.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini