Gempur Gaza, Pasukan Militer Israel Buka Suara Soal Serangan Darat

Gempur Gaza, Pasukan Militer Israel Buka Suara Soal Serangan Darat Kredit Foto: EPA/Abir Sultan

Israel melanjutkan serangan udara di Jalur Gaza, termasuk meluncurkan peluru artileri pada Jumat (14/5). Langkah ini dilakukan, meski seruan internasional telah datang agar ketegangan yang terjadi segera dihentikan untuk melindungi warga sipil di wilayah Palestina

Pasukan militer Israel mengerahkan pasukan dan tank di dekat wilayah Palestina yang dikuasai. Meski demikian, belum ada serangan darat yang terjadi, seperti diberitakan sebelumnya. Baca Juga: Kecam Israel yang Serang Palestina, Romo Benny: Tak Bisa Dibenarkan...

Menurut laporan dari kontributor Aljazirah di Gaza, Safwat Al Kahlout, operasi darat membutuhkan banyak persiapan dan pasukan. Ia mencatat bahwa kemungkinan jumlah tank, artileri, dan pasukan saat ini belum cukup. Baca Juga: Ucapkan Selamat Idulfitri ke Erdogan, Mahathir Tak Lupa Bahas Palestina

Dalam pernyataan terpisah, militer Israel juga membantah bahwa serangan darat di Gaza telah dimulai. Ketegangan antara Israel dan Palestina saat ini meningkat, dimulai dari satu bulan lalu di Yerusalem, saat pengadilan Israel mengeluarkan putusan penggusuran puluhan keluarga Palestina agar kediaman mereka kemudian ditempati oleh  pemukim Yahudi. Langkah ini memicu protes di seluruh wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Situasi semakin memburuk saat polisi Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, sekaligus situs suci ketiga bagi Umat Islam. Ratusan jamaah yang kebanyakan adalah warga Palestina terluka dalam kejadian ini.

Hamas, faksi politik di Jalur Gaza meluncurkan roket ke Israel sebagai langkah balasan. Israel kemudian meluncurkan serangan udara ke Jalur Gaza sebagai tanggapan atas serangan tersebut. Warga Palestina harus merayakan hari pertama Idulfitri 1442 H yang jatuh pada Kamis (13/5) di bawah pemboman udara tanpa henti. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sejauh ini ada 113 korban tewas, termasuk sedikitnya 31 anak-anak dan lebih dari 580 lainnya terluka.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini