Masih Pandemi, Fahira Idris: Idul Fitri Tahun Ini Kita Masih Harus Menahan Diri

Masih Pandemi, Fahira Idris: Idul Fitri Tahun Ini Kita Masih Harus Menahan Diri Kredit Foto: Instagram/Fahira Idris

Kerinduan bertatap muka langsung, bersalaman, saling mengunjungi dan bersilaturahmi yang menjadi aktivitas dan pemandangan khas saat Idul Fitri atau lebaran masih harus tertahan. Pasalnya, pandemi Covid-19 yang masih juga belum terkendali mengharuskan kita menahan diri untuk membatasi mobilitas dan berinteraksi serta tidak boleh lengah jalankan protokol kesehatan.

Anggota DPD RI atau Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengungkapkan, kerinduan kehangatan suasana Idul Fitri di masa-masa sebelum pandemi pasti membuncah di semua hati umat muslim. Terlebih ini kali kedua, Idul Fitri dirayakan di tengah pandemi. Namun, semua aturan pembatasan yang diterapkan dalam merayakan Idul Fitri ini harus dijalankan dengan sepenuh hati sebagai ikhtiar besar kita untuk mengakhiri pandemi.

Baca Juga: Peringati Hari Raya Idul Fitri, Masyarakat harus tetap Waspada dan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

“Ini tahun kedua kita merayakan Idul Fitri di tengah berbagai aturan pembatasan akibat pandemi Covid-19 yang masih juga belum terkendali. Tentunya saat ini kerinduan kita akan suasana Idul Fitri yang penuh kehangatan sudah memuncak setelah tahun kemarin kita juga harus menahan diri. Tetapi situasi dan kondisi berkata lain. Idul Fitri tahun ini kita juga masih harus menahan diri. Semoga kita diberi keikhlasan hati menjalani dan mematuhi semua aturan pembatasan ini. Semoga Allah yang Maha Berkehendak memudahkan dan melapangkan jalan bagi bangsa ini untuk mengendalikan pandemi sehingga tahun depan kita bisa kembali merayakan Idul Fitri seperti masa-masa sebelum pandemi,” ujar Fahira Idris di Jakarta (11/5).

Menurut Fahira, terjadinya tren lonjakan kasus positif Covid-19 di berbagai negara diharapkan tidak terjadi di Indonesia. Konsistensi berbagai aturan pembatasan yang ditetapkan Pemerintah memegang peran penting agar lonjakan kasus bisa dihindari. Konsistensi aturan ini sangat berdampak terhadap tingkat kepedulian, kedisiplinan dan ketaatan masyarakat dalam menjalankan aturan dan protokol kesehatan.

“Semoga pengorbanan kita untuk menahan diri mentaati berbagai aturan pembatasan dalam merayakan Hari Kemenangan ini berbuah kebaikan terutama mempercepat pengendalian pandemi. Semoga juga Pemerintah, pemerintah daerah, Satgas Covid-19, dan para pemangku kepentingan penanggulangan Covid-19 lainnya diberi keteguhan dan kekuatan hati serta kelapangan jalan untuk segera mengakhiri pandemi ini,” ujar Fahira Idris.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini