Kelapa Sawit Bantu Penduduk Miskin Dunia

Kelapa Sawit Bantu Penduduk Miskin Dunia Kredit Foto: Antara/Aswaddy Hamid

Di negara-negara produsen, terutama di Indonesia, industri perkebunan kelapa sawit nasional telah menciptakan lapangan pekerjaan bagi sekitar 17 juta tenaga kerja langsung maupun tidak langsung. Selain di negara produsen, hilirisasi kelapa sawit telah menciptakan kesempatan kerja bagi penduduk di negara-negara importir.

Dalam laporan PASPI Monitor dituliskan, kegiatan hilirisasi minyak sawit di negara-negara importir mampu menciptakan kesempatan kerja (direct, indirect, induced effect) sebesar 2,3 juta orang dengan persentase India 42 persen; China 29 persen; Afrika 7 persen; Pakistan dan Bangladesh 5 persen; Uni Eropa 3 persen; Amerika Serikat 2 persen, dan lainnya 12 persen.

Baca Juga: Uni Eropa Harus Llihat Persoalan Sawit secara Objektif & Proporsional

Dari jumlah kesempatan kerja global yang tercipta tersebut, sekitar 54 persen terjadi di negara-negara dimana penduduk miskin dunia berada yakni yang terdistribusi di India, Afrika, China, Pakistan, dan Bangladesh.

Selain menciptakan kesempatan kerja, laporan PASPI Monitor menemukan, hilirisasi minyak sawit di negara importir juga telah menciptakan pendapatan (direct, indirect, induced effect) sebesar US$32,8 miliar setiap tahunnya dengan rincian India 16,7 persen; China 17 persen; Uni Eropa 18,7 persen; Pakistan dan Bangladesh 10,1 persen; Amerika Serikat 7,3 persen; Afrika 13,5 persen; dan lainnya 17 persen.

Dari pendapatan yang tercipta tersebut, sebagian besar terjadi di negara-negara importir minyak sawit dimana penduduk miskin dunia berada. Negara-negara yang dimaksud yakni Afrika, India, China, Pakistan, dan Bangladesh. Kondisi-kondisi ini berarti, kelapa sawit tidak hanya menciptakan kesempatan kerja bagi penduduk dunia, tetapi juga menciptakan pendapatan yang membantu penduduk miskin di dunia. 

“Kesempatan kerja dan pendapatan yang tercipta pada negara-negara importir minyak sawit tersebut memang tidak semuanya dinikmati secara langsung oleh penduduk miskin di negara tersebut. Namun, mengingat job creation dan income generating tersebut merupakan effect total multiplier, sehingga sebagian manfaat multiplier tersebut juga dinikmati masyarakat miskin baik secara langsung maupun tidak langsung,” seperti ditulis dalam laporan PASPI Monitor. 

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini