PLN UID Jabar Prediksi Penggunaan Listrik Meningkat saat Lebaran 2021

PLN UID Jabar Prediksi Penggunaan Listrik Meningkat saat Lebaran 2021 Kredit Foto: Rahmat Saepulloh

PLN UID Jabar memprediksi penggunaan listrik selama libur hari raya Idul Fitri mengalami kenaikan dengan beban puncak 7.665 MW.

Prediksi Beban Puncak siang pada Idul Fitri 1442 H tahun ini sebesar 5.185 MW atau naik 23 persen sebesar 1.203 MW  dari beban puncak siang pada Idul Fitri 1441 H sebesar 3.982 MW. Sedangkan untuk beban puncak malam pada Idul Fitri tahun ini diprediksi mencapai 5.790 MW atau naik 18 persen sekitar 1.047 MW dibandingkan dengan Beban Puncak malam hari pada Idul Fitri tahun lalu sebesar 4.743 MW.

Namun demikian lonjakan tidak signifikan dan cenderung normal pemakaiannya seperti har-hari biasa. Hal itu disebabkan karena konsentrasi masyarakat di wilayah perkotaan.

Baca Juga: PLN Dukung Kendaraan Listrik dan Kompor Listrik

Manager Pengendalian Operasi Sistem Distribusi PLN UID Jabar, Fahmy Albar mengatakan distribusi Jawa barat sendiri disuplai dari 13 subsistem (500/150 kV) dengan total kapasitas 13.106 MW.

Baca Juga: PLN Akan Fokus ke Pengembangan EBT setelah Proyek 35 Ribu MW

"Karena adanya larangan mudik maka penggunaan listrik terkonsentrasi di area perkotaan, tidak di pedesaan seperti tahu tahun sebelumnya," kata Fahmi kepada wartawan di Bandung, Jumat (7/4/2021).

Fahmi menyebutkan PLN UID Jabar pastikan pasokan listrik untuk masyarakat Jawa Barat selama momentum hari raya Idul Fitri dijamin aman. Kesiagaan tersebut sudah diberlakukan mulai H-7 hingga H+7 (6-21 Mei 2021). Salah satunya dengan menyiapkan 5911 personel, dan itu disebar ke seluruh UP3 di Jabar, mulai Cirebon, Bekasi, Depok, Tasikmalaya dan lainnya.

"Selama lebaran kita sudah siapkan petugas. Bahkan petugas pun akan mobile,  untuk penanganan laporan bila terjadi gangguan," ujarnya.

"Penjagan dilakukan tempat khusus dan inspeksi pemeliharaan jaringan untuk memastikan pasokan listrik tetap handal. Bahkan kami tidak melakukan pemadaman berencana selama momentum lebaran, jadi pekerjaan di jaringan yang mengakibatkan pemeliharaan dan pemadaman listrik tidak dilakukan," ungkapnya.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini