Tes ASN KPK Banjir Kritik dan Tuai Kontroversi, KPK: Firli Bahuri Siap....

Tes ASN KPK Banjir Kritik dan Tuai Kontroversi, KPK: Firli Bahuri Siap.... Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) bagi para pegawai KPK sebagai syarat alih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) menuai polemik panjang. Banyak yang suudzon alias buruk sangka dengan tes tersebut. Menghadapi hal ini, Ketua KPK, Firli Bahuri, tidak sembunyi. Jenderal polisi bintang tiga ini disebut sudah siap dicaci maki. 

Beberapa pihak yang curiga dengan TWK ini menyoroti pertanyaan yang dianggap aneh dalam tes. Misalnya, soal doa qunut sampai poligami. Mereka menuding, tes ini sengaja dilakukan untuk mendepak orang-orang yang selama ini vokal di KPK. Baca Juga: Mangkir dari Pemeriksaan KPK, Aziz Syamsuddin Katanya Sangat Khawatir dan Ketakutan!

Dicurigai seperti ini, Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, memberi penjelasan bahwa TWK bukan diselenggarakan KPK, melainkan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dalam pelaksanaannya, BKN melibatkan Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS-TNI), Pusat Intelijen TNI Angkatan Darat (Pusintel TNI AD), Dinas Psikologi TNI Angkatan Darat (DISPSIAD), dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Baca Juga: Fix Banget! Ini Cara Buat Singkirkan Novel Baswedan, Ketua KPK Cuci Tangan!

"Semua alat tes berupa soal dan materi wawancara disusun BKN bersama lembaga-lembaga tersebut. Sebelum melaksanakan wawancara telah dilakukan penyamaan persepsi dengan pewawancara dari beberapa lembaga tersebut," terang Ali, dalam keterangannya, kemarin.

Dalam pelaksanaan wawancara, ada pertanyaan yang dikembangkan dari tes tertulis yang sudah berlangsung sebelumnya. Informasi yang didapat Ali dari pegawai yang mengikuti tes, pertanyaannya seperti berkaitan dengan tata cara beribadah dan pilihan hidup berkeluarga. 

Meski begitu, dia memastikan, KPK menerima masukan soal relevansi pertanyaan yang tidak berhubungan dengan tupoksi KPK untuk penyelenggara asesmen. Menurut Ali, asesmen ini difokuskan untuk mengukur penguatan integritas dan netralitas ASN. 

"Adapun mengenai aspek kompetensi, perlu kami tegaskan kembali, pegawai KPK pada saat rekrutmen awal sudah memenuhi persyaratan kompetensi dan integritas. Sehingga aspek ini tidak dilakukan tes kembali," pungkasnya.

Firli tidak sembunyi dengan polemik ini. Bahkan, dia sendiri yang mengumumkan hasil asesmen pegawai KPK itu, dalam konferensi pers bersama Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/5). 

Dalam konferensi pers itu, Firli menjelaskan, tes untuk alih status menjadi ASN adalah amanat Undang-Undang. Tidak ada kepentingan apa pun di balik tidak lulusnya 75 pegawai KPK dalam TWK tersebut. “Tidak ada niat KPK untuk mengusir insan KPK dari lembaga KPK," tegas Firli.

Anggota Komisi III DPR I Wayan Sudirta menganggap tes bagi setiap calon pemimpin lumrah dilakukan. Lagipula, pihak penguji telah mempersiapkan segala sesuatunya secara matang, melalui tim yang kompeten. 

Dalam polemik ini, Wayan memandang Firli sudah menunjukkan sikap yang seharusnya dilakukan, bahkan sangat elegan. Firli paham tanggung jawabnya sebagai pemimpin. Apalagi, hasil TWK secara umum dapat dikatakan berjalan dengan baik. Karenanya, Wayan meminta semua pihak berbaik sangka. Kecuali, memang ada hal yang bisa dibuktikan terdapat penyimpangan dan kejanggalan.

"Itulah pentingnya masukan dari berbagai kalangan untuk memastikan bahwa proses tes wawasan kebangsaan itu berjalan sesuai dengan aturan dan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Hal itu nantinya dapat kita jadikan koreksi atau evaluasi bagi BKN sebagai penyelenggara kegiatan," ucapnya.

Meski sudah dijelaskan begitu, yang curiga masih ada. Contohnya, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Dia meminta Firli buka-bukaan soal nasib 75 pegawai yang dinyatakan tidak lulus tes. 

"Ini harus dibuka ke publik karena sudah menjadi urusan kita semua. Nasib pegawai KPK, yang sebagian berstatus penyelidik/penyidik, apalagi yang senior sudah mengharumkan nama KPK. Besarnya KPK pun tidak lepas dari peran penyidik dan pegawai KPK yang sudah berdedikasi selama ini," katanya, melalui akun Twitter @MardaniAliSera, kemarin.

Sebagian netizen juga ikut curiga dengan TWK itu. Bahkan, sebagian menghadirkan dengan kata-kata kasar.

"Ini apa-apaan ada tes model beginian. Suruh pembuat soal buka mulut dan masukkan bara ke dalamnya," tulis @rumiraphael_265. 

Namun, banyak juga yang membela dan mendukung Firli. Seperti akun @H_Safardan_. “Yuk kita dukung Pak Firli untuk bersih-bersih,” tulisnya.

Akun @brader_akbar, memastikan, tidak ada jegal-menjegal dalam TWK alih status pegawai KPK. “Hasil TWK nanti akan menjadi pertimbangan KPK, tidak ada intervensi dari pemerintah karena ini urusan internal KPK,” tulisnya. 

Sedangkan akun @DuaPutr73313813, mencoba berbicara netral. “Selamat pada yang lulus tes TWK di KPK. Bagi yang tidak lulus, ada opsi lain yang akan ditempuh,” tulisnya. 

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini