A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mysqli::real_connect(): php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Temporary failure in name resolution

Filename: mysqli/mysqli_driver.php

Line Number: 203

Backtrace:

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 109
Function: DB

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 65
Function: initialize

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Base.php
Line: 55
Function: __construct

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Base.php
Line: 60
Function: __construct

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Controller.php
Line: 4
Function: require

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Modules.php
Line: 123
Function: include_once

File: /var/www/html/we_online_m/application/modules/page/controllers/Article.php
Line: 4
Function: spl_autoload_call

File: /var/www/html/we_online_m/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mysqli::real_connect(): (HY000/2002): php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Temporary failure in name resolution

Filename: mysqli/mysqli_driver.php

Line Number: 203

Backtrace:

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 109
Function: DB

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 65
Function: initialize

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Base.php
Line: 55
Function: __construct

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Base.php
Line: 60
Function: __construct

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Controller.php
Line: 4
Function: require

File: /var/www/html/we_online_m/application/third_party/MX/Modules.php
Line: 123
Function: include_once

File: /var/www/html/we_online_m/application/modules/page/controllers/Article.php
Line: 4
Function: spl_autoload_call

File: /var/www/html/we_online_m/index.php
Line: 315
Function: require_once

Hak Paten Vaksin Covid-19 Belum Dillirik Biden, Industri Farmasi Ketar Ketir karena...

Hak Paten Vaksin Covid-19 Belum Dillirik Biden, Industri Farmasi Ketar Ketir karena...

Hak Paten Vaksin Covid-19 Belum Dillirik Biden, Industri Farmasi Ketar Ketir karena... Kredit Foto: AP Photo

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tidak mendukung program Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atau paten vaksin Covid-19. Sikap Biden di satu sisi memuaskan para anggota DPR AS dari Partai Demokrat dan lebih dari 100 negara di dunia.

Namun di lain sisi, pernyataan Biden itu membuat industri farmasi panas dingin. Sikap Biden juga berbanding terbalik dengan kebijakan yang diambil pendahulunya, Presiden Donald Trump. Katherine Tai, negosiator pemerintah AS di bidang perdagangan, yang juga mewakili negeri itu di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), menjelaskan sikap bosnya.

Baca Juga: Pakai Vaksin China Tanpa Persetujuan, Rodrigo Duterte Minta Maaf ke Rakyat

"Ini adalah krisis kesehatan global, dan kondisi luar biasa yang disebabkan pandemi Covid-19 membutuhkan tindakan luar biasa," kata Tai dalam sebuah pernyataan.

Kebijakan pemerintahan Joe Biden akan didorong secara aktif melalui World Trade Organization (WTO). Sebelum kebijakan terwujud, Katherine Tai berkata akan ada negosiasi-negosiasi dahulu.

"Negosiasi-negosiasi ini akan dilaksanakan berdasarkan konsensus di institusi dan kompleksitas dari isu-isu yang terlibat. Tujuan pemerintahan adalah mendapatkan vaksin yang aman dan efektif bagi banyak orang secepat mungkin," jelas Tai.

Persediaan vaksin di AS disebut sudah cukup, sehingga akan mengekspansi distribusi vaksin. Pemerintah juga akan menyediakan bahan-bahan mentah untuk memproduksi vaksin.

Sebelumnya, permintaan waiver (pengabaian/mengesampingkan) HAKI  telah diminta India kepada WTO yang kini sedang menghadapi tsunami Covid-19. Kebijakan WTO yang ditarget India adalah kesepakatan Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPS) di WTO.

Biden memberi dukungan terhadap usulan pengabaian hak kekayaan intelektual atas vaksin di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Tujuannya, meningkatkan ketersediaan vaksin ke negara-negara miskin, termasuk India.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini